Ambon, Maluku– Dukungan PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “PLN Peduli” membawa dampak signifikan bagi perkembangan Kopi Tuni, produk unggulan Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku.
Bantuan yang diberikan berupa rumah produksi, mesin roasting elektrik, grinder industri, food dehydrator, chamber vacuum sealer, mesin espresso, freezer, hingga fasilitas pengemasan skala besar.
Transformasi peralatan ini membuat proses produksi lebih efisien dan berkualitas.
Misalnya, pengeringan biji kopi yang sebelumnya memakan waktu dua minggu kini hanya butuh dua jam, sementara roasting yang dulu satu jam per kilogram kini dapat dilakukan 15 menit untuk empat kilogram.
General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, menyebut dukungan ini merupakan wujud komitmen PLN dalam memberdayakan masyarakat melalui energi.
“Kami melihat Kopi Tuni bukan hanya sebagai produk lokal berkualitas, tetapi juga penggerak ekonomi berbasis komunitas. Listrik bukan sekadar menerangi rumah, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Hasilnya terlihat nyata. Penjualan di Cafe Kopi Tuni melonjak 84%, produk kemasan naik 61%, dan pembelian biji kopi dari petani meningkat hingga 2000% dibandingkan tahun lalu.
Kesejahteraan petani di enam negeri penghasil kopi Maluku pun ikut terdongkrak berkat harga beli yang lebih tinggi.
Selain itu, enam UMKM mitra kini menggunakan Kopi Tuni sebagai bahan baku utama, sementara penyuluhan kepada petani mendorong pembukaan kembali lahan tidur untuk budidaya kopi, termasuk di Desa Laturake.
Ketua Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku, Andre Wolther Agustinus Sopulatu, menyampaikan apresiasinya kepada PLN.
“Bantuan ini bukan sekadar alat, tapi bentuk kepercayaan. Kami bisa meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas, dan memperluas pasar. Bahkan kopi kami sudah tampil di pameran internasional di Yunani dan kini mulai menembus pasar Amerika Serikat,” ungkapnya.***





































































Discussion about this post