Ambon, Maluku– Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, melayangkan peringatan keras kepada para camat, lurah, kepala desa, dan raja di wilayah Kota Ambon yang dinilai lalai melaksanakan **Program Walikota Jumpa Rakyat (Wajar)** di tingkat kecamatan maupun negeri.
Program yang dirancang sebagai wadah mendengar keluhan dan menyerap aspirasi masyarakat itu justru sepi pelaksanaan. Bahkan, Wattimena menyoroti tidak adanya inisiatif dari pimpinan wilayah untuk rutin bertatap muka dengan warganya.
“Kalau hanya dua jam saja jumpa rakyat tidak bisa dilakukan, lalu bagaimana kita bisa tahu persoalan masyarakat?” tegas Wattimena dengan nada kecewa, Jumat (3/10).
Ia menegaskan, banyak persoalan warga—mulai dari sengketa lahan hingga masalah sosial—seharusnya bisa diselesaikan di tingkat kecamatan atau negeri. Namun, karena tidak adanya forum tatap muka, masalah-masalah tersebut justru menumpuk di pemerintah kota.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak bisa langsung ditangani pemerintah kota tanpa adanya laporan dan mediasi awal dari perangkat pemerintahan di tingkat bawah. “Itulah pentingnya camat, lurah, kades, dan raja rutin bertemu warga. Program Wajar bukan formalitas, tapi ruang penting untuk membangun komunikasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.
Wattimena menegaskan, dirinya tidak akan segan memberikan evaluasi kepada pimpinan wilayah yang terus mengabaikan program tersebut. “Saya ingatkan, jangan anggap remeh program ini. Kalau masyarakat tidak didengar, kepercayaan publik akan hilang,” tandasnya.





































































Discussion about this post