Ambon, Maluku – Terlapor Mujahidin Buano bersama sejumlah rekannya menemui Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, di Balai Kota Ambon, Jumat (30/1/2026) sore.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah mereka dilaporkan ke Polresta Ambon dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 17.15 WIT itu dilakukan untuk menyampaikan permohonan maaf atas tindakan mereka terhadap Wali Kota Ambon yang sebelumnya menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Wali Kota Ambon menjelaskan, dialog berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya menempatkan dirinya sebagai kepala daerah dan warga, tetapi juga dalam relasi kemanusiaan sebagai orang tua, kakak, dan sesama anak negeri.
“Hal yang paling penting adalah mereka telah meminta maaf kepada saya, dan saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada mereka,” ujar Wattimena, sebagaimana terekam dalam video singkat yang beredar.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat Kota Ambon untuk terus menjaga nilai persaudaraan dan kehidupan orang basudara.
Ia menegaskan, perbedaan pandangan dan gesekan dalam kehidupan sosial adalah hal yang tidak terelakkan.
Namun, sikap saling mengasihi dan saling mengampuni harus dikedepankan demi menjaga masa depan Kota Ambon.
“Perbedaan pasti ada, tetapi hidup saling mengasihi dan saling mengampuni adalah kunci utama untuk membangun Kota Ambon,” tegasnya.
Wattimena juga memastikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Ia menyatakan telah menginstruksikan kuasa hukumnya untuk mencabut laporan polisi yang sebelumnya dibuat.
“Saya sudah memerintahkan kuasa hukum untuk menarik laporan, sehingga persoalan ini dinyatakan selesai,” katanya.
Ia berharap masyarakat tidak lagi memperpanjang polemik dan menghentikan perdebatan terkait peristiwa tersebut.
“Mari kita fokus menggunakan energi positif untuk membangun Kota Ambon yang sama-sama kita cintai,” pungkasnya.***





































































Discussion about this post