Larike, Maluku — Perayaan Lebaran Adat 7 Syawal Puka Ana di Negeri Larike, Kabupaten Maluku Tengah, berlangsung khidmat dan penuh makna, dengan kehadiran Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.
Kehadiran bupati disambut hangat masyarakat setempat. Raja Negeri Larike, Hafes Lausepa, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi Puka Ana ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, sejak dibangunnya Masjid Tua Negeri Larike,” ujarnya.
Hafes juga menegaskan dirinya merupakan keturunan ke-7 dari rumah parentah Negeri Larike yang memiliki tanggung jawab menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat.
Ia turut mengungkapkan rasa syukur karena tradisi Puka Ana telah masuk dalam kalender resmi pariwisata Kabupaten Maluku Tengah melalui Dinas Pariwisata, sebagai langkah memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Ozan menegaskan bahwa Negeri Larike merupakan negeri beradat yang telah terbentuk sejak ratusan tahun lalu, dengan warisan nilai-nilai luhur dari para leluhur.
“Larike adalah negeri para datuk dan guru, sehingga dikenal sebagai negeri yang beradab,” kata Zulkarnain.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah masyarakat.
“Saya percaya masyarakat Larike memiliki kedewasaan dalam menjaga kebersamaan. Kita tidak menginginkan perpecahan yang dapat merusak kedamaian negeri ini,” tegasnya.
Perayaan Lebaran Adat Puka Ana di Negeri Larike tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum pelestarian budaya serta penguatan nilai persatuan dan kearifan lokal di Kabupaten Maluku Tengah.***





































































Discussion about this post