Ambon, Maluku– Dr. Achmad Jais Ely, ST., M.Si merupakan sosok birokrat dan akademisi yang lahir di Ambon pada 3 Juni 1975, dengan rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan vokasi, kemaritiman, serta pengabdian di lingkup nasional.
Setelah meniti karier sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ely memutuskan kembali mengabdi di daerah dengan bergabung ke Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun 2023, dan secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Provinsi Maluku pada tahun 2024.
Momentum ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan pengabdiannya, dari lingkup nasional menuju peran strategis dalam pembangunan daerah.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri Assilulu, dilanjutkan ke SMP Negeri 9 Ambon dan SMA Negeri Hila-Kaitetu. Ketertarikannya pada dunia maritim mengantarkannya ke Universitas Hasanuddin Makassar dengan fokus pada Teknik Perkapalan.
Ia kemudian memperdalam keilmuan melalui Program Pascasarjana hingga meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kelautan dari Universitas Pattimura. Latar belakang akademik ini memperkuat perspektifnya dalam melihat Maluku sebagai wilayah kepulauan yang memiliki keunggulan strategis berbasis laut.
Karier Ely bertumbuh kuat di sektor pendidikan vokasi kelautan. Ia menjabat sebagai Direktur/Kepala SUPM Waiheru selama periode 2013–2023, sekaligus mengemban amanah sebagai Wakil Direktur/Koordinator Politeknik Kelautan dan Perikanan Kampus Maluku (2019–2023), serta Wakil Direktur/Koordinator Politeknik Ahli Usaha Perikanan Kampus Maluku (2022–2023).
Dalam peran ini, Ely dikenal sebagai figur yang mampu membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus mencetak generasi muda Maluku yang kompeten di sektor kemaritiman.
Pengalaman organisasi yang luas turut membentuk kepemimpinannya. Ia diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua ICMI Orwil Maluku (2021), kemudian menjadi Ketua Umum DPP Henahetu sejak 2022 hingga sekarang, serta dipercaya memimpin Paguyuban 7 Gandong Silatupatih periode 2024–2029. Keterlibatan ini menunjukkan kemampuannya merawat nilai-nilai sosial dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Memasuki fase pengabdian di Pemerintah Provinsi Maluku, Ely dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis. Ia mengawali perannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku (2023–2024), sebelum kemudian melanjutkan tugas sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku. Dinamika birokrasi selanjutnya membawa Ely pada amanah baru sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, yang secara resmi dilantik pada 20 Februari 2026.
Penugasan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitasnya dalam mengelola sektor strategis yang berkaitan langsung dengan penguatan ekonomi daerah.
Di tengah tugasnya di tingkat provinsi, Ely juga mendapat kepercayaan sebagai Penjabat Bupati Seram Bagian Barat sejak 24 Mei 2024.
Dalam peran ini, ia menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan solutif, khususnya dalam program pencegahan stunting serta penguatan layanan kesehatan yang berhasil mendorong capaian Universal Health Coverage di daerah tersebut.
Berbagai pelatihan dan sertifikasi yang diikuti, baik di dalam maupun luar negeri—mulai dari pelatihan keselamatan dasar, sertifikasi auditor ISO, hingga forum internasional di Taiwan dan Australia—semakin memperkaya kapasitas Ely sebagai birokrat modern yang adaptif terhadap perubahan global.
Di sisi lain, kontribusinya dalam dunia akademik melalui berbagai publikasi ilmiah menunjukkan konsistensinya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan praktik pembangunan.
Dengan seluruh pengalaman tersebut, Ely hadir sebagai figur yang memiliki kapasitas utuh—baik secara teknis, manajerial, maupun sosial—untuk menjalankan amanah pemerintahan daerah. Keberadaannya di Pemerintah Provinsi Maluku menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan visi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, periode 2025–2029, yaitu “Transformasi Menuju Maluku yang Maju, Adil, dan Sejahtera Menyongsong Indonesia Emas 2045.”
Visi besar ini dijabarkan melalui Sapta Cita, tujuh misi strategis yang berfokus pada reformasi birokrasi, peningkatan pertumbuhan ekonomi, hilirisasi komoditas unggulan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks ini, Ely dipandang memiliki rekam jejak dan kompetensi yang relevan untuk menjadi bagian dari motor penggerak transformasi tersebut.
Pengalamannya di kementerian memberikan perspektif nasional, sementara pengabdiannya di daerah memperkuat pemahaman kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat Maluku.
Dengan integritas, pengalaman lintas sektor, serta komitmen yang teruji, Dr. Achmad Jais Ely diyakini mampu bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan pembangunan dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Sosoknya merepresentasikan semangat kolaborasi dan transformasi—menghubungkan pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata demi Maluku yang lebih maju, adil, dan sejahtera.*** RUL








































































Discussion about this post