Kasus Tambang SBB Bergulir, Dugaan Manipulasi Dokumen dan Pengangkutan Ore Nikel Terungkap

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 06:49 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku— Kasus dugaan persoalan izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mencuat ke publik. Perkara ini mengindikasikan adanya dugaan manipulasi dokumen perusahaan hingga aktivitas penambangan dan pengangkutan ore tanpa izin sah, Senin (27/04).

Kuasa hukum PT Manusela Prima Mining (MPM), Anthoni Hatane, mengungkap sejumlah kejanggalan, mulai dari perubahan akta perusahaan hingga dugaan aktivitas pertambangan ilegal.

Menurut Hatane, PT MPM memiliki IUP yang sah berdasarkan Keputusan Bupati SBB Nomor 85 tertanggal 15 Oktober 2009.

Dalam dokumen tersebut, izin produksi diberikan kepada PT MPM dengan struktur awal Farida Ode sebagai komisaris dan Yonadaf Kakisina sebagai direktur utama.

“IUP itu jelas dan sah. Aktivitas pertambangan harus memiliki dasar izin tersebut,” kata Hatane.

Permasalahan muncul ketika sejumlah pihak, termasuk Dody Hermawan, mengklaim kepemilikan entitas yang disebut terkait dengan PT MPM. Klaim ini, menurut Hatane, menimbulkan polemik karena diduga terjadi perubahan akta perusahaan pada 2018 tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang sah.

Baca Juga :  Ingatkan Pemda Malteng Tak Boleh Campur Tangan, Pelupessy: ADD Hak Penuh Desa

Ia menyebut perubahan anggaran dasar tersebut tidak melibatkan pemegang saham mayoritas, yakni Farida Ode. “Hal ini menjadi persoalan karena tidak sesuai dengan prosedur yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas,” ujarnya.

Hatane juga menyoroti kejanggalan dalam dokumen legal, di antaranya akta perubahan anggaran dasar yang disebut dibuat sebelum proses jual beli saham. Padahal, secara hukum, transaksi saham seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebelum perubahan komposisi kepemilikan dan kepengurusan perusahaan.

Selain itu, ia menyatakan dugaan transaksi jual beli saham tersebut tidak didukung bukti aliran dana maupun persetujuan dari instansi terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Dalam sektor pertambangan, perubahan kepemilikan saham harus melalui persetujuan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Kasus ini juga berkembang pada dugaan pengangkutan ore pada 2020 sebanyak tiga tongkang dari lokasi tambang. Aktivitas tersebut diduga dilakukan tanpa izin sah.

Hatane menyebut pengangkutan itu diduga menggunakan dokumen dengan tanda tangan yang dipindai untuk memberikan kesan legalitas. Ia menegaskan, pada saat itu struktur resmi perusahaan masih menempatkan Farida Ode dalam jajaran direksi.

Upaya pengajuan izin pengangkutan oleh pihak tertentu, lanjutnya, disebut sempat ditolak karena tidak sesuai dengan data perusahaan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Kasus ini menambah daftar persoalan di sektor pertambangan di Maluku, khususnya terkait legalitas perizinan dan tata kelola perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan klarifikasi resmi. Perkara ini diperkirakan akan berlanjut ke proses hukum seiring adanya dugaan pelanggaran terhadap regulasi pertambangan dan hukum perseroan di Indonesia.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru