Ambon – Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pengembangan Proyek Gas Abadi Masela sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Komitmen tersebut disampaikan Chaniago saat menjadi narasumber dalam kegiatan Coffee Talk: Ngopi dan Networking Bareng Komunitas Pemuda Remaja Masjid BKPRMI Maluku yang digelar oleh Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Investasi (LPEKIN) BKPRMI Maluku di Cafe Pelangi, Kota Ambon, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Dakwah & Entrepreneur Sharing Session” itu turut menghadirkan Anggota Komisi III DPRD Maluku Hi Amirudin serta Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku Ahmad Ilham Sipahutar. Forum tersebut diikuti pemuda, mahasiswa, aktivis organisasi, pelaku UMKM, dan remaja masjid dari berbagai wilayah di Kota Ambon.
Dalam paparannya, Chaniago menekankan bahwa kemajuan Maluku tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk mengawal berbagai program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
“Sebagai masyarakat Maluku, kita memiliki cita-cita yang sama untuk memajukan daerah ini. Karena itu, kita tidak bisa hanya berharap kepada pemerintah, tetapi harus membangun kolaborasi yang kuat dan satu suara dalam memperjuangkan kepentingan Maluku,” kata Chaniago.
Ia menjelaskan bahwa kehadirannya sebagai Komisaris Utama PT PLN Energi Gas menjadi amanah sekaligus peluang untuk memperjuangkan percepatan pembangunan sektor energi di Maluku, termasuk proyek Gas Abadi Masela yang dinilai memiliki dampak ekonomi besar bagi daerah.
Menurutnya, meskipun proyek tersebut telah dibahas dalam waktu yang panjang, manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Maluku sangat signifikan sehingga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Gas Abadi Masela memiliki potensi besar untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Maluku. Karena itu perlu ada kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait agar proses pengembangannya dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Selain proyek Masela, Chaniago juga menyoroti pentingnya pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Ia menilai Maluku memiliki potensi besar, termasuk pada sektor panas bumi dan sumber energi terbarukan lainnya yang perlu dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Chaniago turut membagikan perjalanan kariernya kepada para peserta. Putra Maluku yang kini dipercaya menduduki posisi strategis di lingkungan BUMN itu menegaskan bahwa keberhasilan di tingkat nasional tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan oleh kerja keras, kesabaran, dan konsistensi.
Ia mengisahkan bahwa sejak mulai berkiprah di tingkat nasional pada 2015, dirinya harus meninggalkan Ambon dan menjalani proses panjang selama hampir satu dekade hingga akhirnya dipercaya mengemban jabatan Komisaris Utama PT PLN Energi Gas.
“Kesuksesan bisa diraih di mana saja. Kuncinya ada pada diri kita sendiri. Jika ingin berhasil di level nasional, kita harus bersungguh-sungguh, sabar menghadapi tantangan, dan konsisten dalam proses perjuangan,” tuturnya.
Chaniago mengajak generasi muda Maluku untuk tidak merasa minder dalam bersaing dengan sumber daya manusia dari daerah lain. Menurutnya, anak-anak Maluku memiliki kapasitas yang sama untuk tampil dan berkontribusi di tingkat nasional selama terus meningkatkan kemampuan diri dan membangun rekam jejak yang baik.
“Saya ingin menyampaikan kepada generasi muda Maluku bahwa kita mampu bersaing di pusat. Yang terpenting adalah fokus memberikan nilai dan kontribusi terbaik sesuai bidang masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Maluku Ahmad Ilham Sipahutar menyampaikan bahwa kegiatan Coffee Talk digelar sebagai ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi generasi muda agar mampu mengintegrasikan semangat dakwah dengan pengembangan kapasitas diri serta kewirausahaan.
Menurutnya, pemuda Maluku perlu didorong untuk membangun jejaring yang lebih luas, memperkuat kepemimpinan, serta memiliki keberanian mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan tentang pembangunan sektor energi dan peluang ekonomi masa depan, tetapi juga mendapatkan inspirasi langsung dari tokoh nasional asal Maluku yang berhasil menembus level kepemimpinan strategis di tingkat pusat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas isu kepemudaan, dakwah, kewirausahaan, investasi, serta peluang pembangunan Maluku di masa mendatang.***



































































Discussion about this post