Ambon, Maluku — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengajak Gereja Protestan Maluku (GPM) menjadikan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil sebagai “Laboratorium Kasih” yang mampu melahirkan pelayanan yang inklusif, menghadirkan solusi atas persoalan sosial, serta menjadi ruang penguatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Ibadah Syukur, Peresmian dan Pentahbisan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil di Gereja Imanuel, Ambon, Sabtu (11/7/2026).
Turut hadir Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Ambon, pimpinan organisasi perangkat daerah Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ketua dan Sekretaris Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon Timur, unsur Forkopimcam, para raja, pendeta, panitia pembangunan, serta warga jemaat.
Sebelum prosesi peresmian, Gubernur mengikuti Ibadah Syukur Pentahbisan bersama seluruh jemaat.
Peresmian Gedung Pastori I kemudian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembunyian sirene bersama Ketua MPH Sinode GPM dan Wali Kota Ambon, yang dilanjutkan dengan peninjauan bangunan pastori.
Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan bahwa gedung pastori tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik, tetapi memiliki makna teologis yang mendalam sebagai simbol persekutuan iman dan pusat pelayanan gereja.
Menurutnya, dari tempat tersebut para pelayan Tuhan merancang pelayanan, menaikkan doa, menguatkan umat, serta menghadirkan penghiburan bagi mereka yang sedang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Gedung pastori bukan sekadar tempat tinggal pelayan gereja, melainkan wujud ketaatan iman dan simbol persekutuan yang hidup di tengah jemaat,” kata Gubernur.
Ia berharap kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi momentum untuk memperbarui semangat pelayanan gereja agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jadikanlah Gedung Pastori I ini sebagai Laboratorium Kasih. Tempat lahirnya gagasan-gagasan kreatif, ruang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial jemaat, sekaligus rumah yang terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan penguatan, pengharapan, dan kasih Kristus,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa GPM selama ini merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan menjaga harmoni sosial di daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen gereja untuk terus menghidupkan nilai-nilai budaya orang basudara yang telah menjadi kekuatan masyarakat Maluku, seperti Pela Gandong, Potong di Kuku Rasa di Daging, serta falsafah Ale Rasa Beta Rasa.
“Nilai-nilai persaudaraan ini harus terus dirawat dan diwariskan agar tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat Maluku yang damai, rukun, dan saling menghargai,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan, tim peresmian dan pentahbisan, para donatur, serta seluruh warga jemaat yang telah berkontribusi hingga Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil dapat berdiri dan dipersembahkan untuk mendukung pelayanan gereja.
Ia berharap kehadiran gedung tersebut semakin memperkuat peran gereja dalam melayani umat dan menjadi berkat bagi masyarakat luas.
“Selamat atas Peresmian dan Pentahbisan Gedung Pastori I Jemaat GPM Galala-Hative Kecil. Teruslah menabur kebaikan, menjadi terang dan garam dunia, serta menghadirkan kasih Tuhan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.***






































































Discussion about this post