Massa Lermatang Usir Ketua TIMDU Saat Turun ke Desa, Rapat Gagal Dilaksanakan

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:06 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

TANIMBAR, TRENDING-MALUKU.COM, — Rencana pertemuan antara Tim Terpadu (TIMDU) dan masyarakat Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, berakhir dengan kegagalan total, Jumat (24/7/2026).

Ketua TIMDU yang datang untuk membahas perhitungan tanaman tumbuh (tatanaman) justru mendapat penolakan keras dari warga, sehingga agenda dialog resmi yang sudah dijadwalkan terpaksa batal total dan tidak dapat dilangsungkan.

Penolakan ini dipicu oleh perbedaan mencolok antara hasil pendataan awal sebelum groundbreaking dan perhitungan yang dilakukan oleh TIMDU periode kedua saat ini.

Masyarakat yang sebelumnya mengaku puas dan senang dengan pendataan pra-groundbreaking kini merasa dikhianati karena angka kompensasi tanaman mereka dikurangi secara sepihak.

“Sebelum groundbreaking, kami senang dan puas. TIMDU pertama sangat mengerti masyarakat Lermatang, tanpa pengawalan aparat pun aman. Sekarang tanaman kami dikurangi seenaknya, ini tidak adil!” ujar salah satu warga di tengah kerumunan.

Akibat aksi penolakan yang meluas, Ketua TIMDU dan rombongan tidak dapat melaksanakan pertemuan yang direncanakan.

Sebelumnya, Penjabat Kepala Desa Lermatang sempat menyatakan bahwa tim pendataan bekerja profesional dan tidak ada intervensi. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, ada Tim Pendataan yang membuat polemik hingga situasi bergejolak.

Baca Juga :  Masyarakat Lermatang Minta Pangdam Kembali Tugaskan Satgas Pengamanan Pasca Groundbreaking

Sementara itu, Sekda Kepulauan Tanimbar beralasan pengurangan dilakukan untuk menghindari dampak hukum di kemudian hari. Namun, masyarakat membantah karena sejak awal tidak pernah ada sosialisasi yang jelas mengenai standar penilaian dan jarak tanaman tumbuh kepada mereka.

Gagalnya pertemuan ini semakin memperkuat sinyal bahwa krisis kepercayaan di Lermatang semakin dalam. Masyarakat kembali meminta Pangdam XV/Pattimura untuk turun tangan sebagai penengah yang adil, mengingat keberhasilan pendekatan humanis Pangdam sebelumnya yang mampu meredam konflik 27 tahun hanya dalam lima hari.

Tanpa langkah konkret dari pemerintah untuk mengembalikan keadilan, ancaman aksi penolakan besar-besaran akan terus membayangi kelancaran proyek strategis nasional di wilayah Maluku ini.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT