Ambon, Maluku – Pemerhati Kebijakan Publik dan Politik Maluku, Darul Kutni Tuhepaly, mendesak Gubernur Maluku segera mengambil langkah tegas untuk membenahi tata kelola Bank Maluku Malut melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Menurut Darul, evaluasi terhadap jajaran direksi dan komisaris Bank Maluku Malut tidak bisa lagi ditunda. Sebagai bank milik daerah, keberadaan Bank Maluku Malut harus dijaga agar tetap profesional, sehat, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
“Sudah saatnya dilakukan pembenahan secara menyeluruh. Gubernur sebagai salah satu pemegang saham utama perlu segera mendorong pelaksanaan RUPS untuk mengevaluasi kinerja dan tata kelola Bank Maluku Malut,” kata Darul di Ambon, Selasa (22/7/2026).
Ia menegaskan, Bank Maluku Malut merupakan aset strategis daerah yang keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, kata Darul, seluruh posisi strategis di lingkungan Bank Maluku Malut harus diisi oleh figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, serta pengalaman yang memadai di bidang perbankan.
“BUMD perbankan ini harus menjadi mesin penghasil pendapatan daerah. Orientasinya harus pada penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan pada kepentingan lain yang tidak relevan dengan tujuan pendirian bank daerah,” ujarnya.
Darul juga menyoroti berbagai informasi dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat terkait kondisi internal Bank Maluku Malut.
Menurutnya, isu-isu yang mencuat belakangan ini berpotensi mengurangi tingkat kepercayaan publik apabila tidak segera ditangani secara serius oleh para pemegang saham.
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama sebuah bank. Ketika muncul berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, maka diperlukan langkah cepat dan terukur untuk memastikan tata kelola lembaga tetap berjalan baik,” katanya.
Ia menilai RUPS menjadi forum yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen, sekaligus menentukan langkah-langkah strategis yang diperlukan demi menjaga stabilitas dan reputasi Bank Maluku Malut.
Darul berharap proses evaluasi tersebut dapat menghasilkan kepemimpinan yang lebih profesional dan berorientasi pada penguatan lembaga.
“Kita membutuhkan bank daerah yang kuat, sehat, dan dikelola oleh orang-orang yang memahami dunia perbankan. Dengan begitu, Bank Maluku Malut dapat benar-benar menjadi pilar pembangunan ekonomi bagi Maluku dan Maluku Utara,” pungkasnya.***






































































Discussion about this post