Ambon, Maluku– Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, terpantau menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dalam insiden tawuran antarpelajar di Desa Hunut, Kota Ambon. Penyerahan santunan sebagai tanda duka itu diserahkan pada, Rabu (20/08).
Informasi yang dihimpun media ini, menyebutkan, santunan diserahkan sebesar Rp10 juta diserahkan dan diterima keluarga korban di kediamannya.
Selain itu, dua korban luka akibat peristiwa tersebut masing-masing menerima santunan Rp2,5 juta.
Muhammad Reza Mony anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil Maluku Tengah, kepada media menginformasikan aktivitas rombongan Bupati.
Dia akui, turut membersamai Bupati dalam agenda itu. Sebelum menyerahkan bantuan, sempat bertemu dengan Raja Negeri Hitu Lama dan Raja negeri Hitu Mesing, untuk membahas situasi pasca-insiden.
“Usai pertemuan, kami langsung menuju rumah duka guna bertemu keluarga korban,” singkat Mony irit bicara.
Hal ini pula diakui langsung Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah, Ruslan Wailissa, sebagaimana diberitakan di kanal terasmaluku.com.
Wailissa mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah.
“Alhamdulillah, sore ini Bapak Bupati telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban. Beliau berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi penguat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh rumor dan hoaks,” ujar Wailissa.
Selain memberikan santunan bagi korban tawuran, Bupati Zulkarnain juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Negeri Lima. Sebanyak 28 paket sembako dan 28 paket sandang didistribusikan kepada 28 keluarga yang terdampak banjir.
Langkah ini, menurut Wailissa, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam hadir di tengah masyarakat, baik pada situasi darurat sosial maupun bencana alam.***





































































Discussion about this post