Namlea, Maluku— Dunia pelayaran di Maluku kembali mendapat sorotan tajam. Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru, Almuhajir Sipiel Miru, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan tindakan tidak terpuji serta buruknya pelayanan yang dilakukan oleh PT Darma Indah, operator kapal Cantika Lestari 74.
Dalam pernyataannya, Almuhajir mengecam keras dugaan praktik yang ia sebut sebagai bentuk “pencurian dan pelayanan tidak pantas” terhadap para pengguna jasa transportasi laut.
Ia menilai, praktik demikian mencederai kepercayaan publik dan merusak citra pelayaran di wilayah Maluku.
“Tindakan pencurian serta pelayanan yang tidak patut oleh pihak kapal tidak dapat dibiarkan. Demi pelayanan yang layak bagi rakyat Bupolo dan Maluku, saya mendesak PT Darma Indah segera angkat jangkar dari perairan Maluku,” tegas Almuhajir dalam keterangannya, Senin (14/10/2025).
Menurut Almuhajir, dugaan praktik pencurian tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menilai indikasi pelanggaran telah berlangsung cukup lama dan merugikan masyarakat.
“Saya sudah lama mendengar kabar semacam ini. Namun kali ini, kejadiannya terlihat begitu jelas. Dugaan pencurian ini tidak bisa lagi dianggap sepele,” ujarnya.
Lebih lanjut, Almuhajir mendesak Kementerian Perhubungan Laut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Darma Indah dan sistem pelayanan kapal yang dikelolanya.
Langkah evaluatif dinilai penting guna mencegah terulangnya peristiwa serupa yang dapat mencoreng dunia pelayaran di Maluku.
“Pihak Kementerian Perhubungan Laut harus segera turun tangan mengevaluasi perusahaan ini, termasuk aspek pelayanan kepada penumpang. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tandasnya.***





































































Discussion about this post