Mantan Bendahara Masjid Jadi Tersangka Korupsi Hibah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Februari 2025 - 08:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tual, Maluku– Mantan Bendahara Panitia Pembangunan Masjid Nurul Jannah Ohoi Nerong, berinisial MFB, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah pembangunan masjid tahun anggaran 2022.

Penetapan tersangka dilakukan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Maluku Tenggara berdasarkan dua alat bukti yang cukup serta keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa dalam proses penyidikan.

Diketahui, pembangunan Masjid Nurul Jannah Ohoi Nerong mendapat alokasi dana hibah dari APBD Kabupaten Maluku Tenggara sebesar Rp1 miliar.

Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap melalui rekening panitia pembangunan di Bank Maluku.

Namun, dalam pengelolaannya, MFB selaku bendahara tidak dapat melengkapi bukti pembelanjaan material serta laporan pertanggungjawaban yang sah.

Bahkan, ia diduga menarik dana hibah secara tunai tanpa sepengetahuan Ketua Panitia Pembangunan.

Baca Juga :  Tak Usut Laporan Warga, Kapolres Maluku Tengah Diminta Evaluasi Kinerja Kapolsek Tehoru dan Jajaran

Akibat perbuatannya, masyarakat setempat belum mendapatkan manfaat dari rumah ibadah tersebut.

Berdasarkan audit Inspektorat Kabupaten Maluku Tenggara, perbuatan tersangka telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp515.731.800,50.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Saat ini, MFB ditahan di Lapas Kelas IIB Tual di Langgur selama 20 hari, terhitung sejak 25 Februari hingga 16 Maret 2025.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT