Sekjen SIEJ Jadi Panelis Tentang Peran Jurnalis Lingkungan dalam Isu Krisis Iklim

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 09:14 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Bangkok – Sekretaris Jenderal SIEJ, Fira Abdurachman, diberi kesempatan berbagi pemikiran dan pengalamannya dalam sebuah diskusi bertajuk Witness to impact: The role of journalism in advancing human rights-based responses to the climate crisis in South-East Asia di forum Right Here, Right Now Global Climate Summit 2025 yang diselenggarakan oleh United Nations Human Rights dan the University of Oxford dengan berkolaborasi bersama International Universities Climate Alliance (IUCA). Forum ini digelar di kantor The Foreign Correspondent Club of Thailand, Bangkok Thailand, Kamis (5/6/2025) pekan kemarin.

Diskusi ini fokus pada peranan jurnalis lingkungan dalam mengangkat isu krisis iklim sebagai krisis hak asasi manusia yang memegang prinsip keberlanjutan untuk menjamin keberlangsungan hak hidup setiap manusia ditengah ancaman perubahan iklim. Tantangan jurnalis lingkungan adalah ancaman terhadap keselamatan jurnalis dalam melakukan pekerjaan jurnalisnya serta kebebasan berekspresi. Ditambah strategi untuk menyampai pesan advokasi di ruang publik terutama di sosial media.  “Era digital di mana bentuk media berubah menjadi tantangan. Sekarang eranya cara menyampaikan suatu berita sudah menjadi penting hingga jurnalisme juga sudah harus berubah termasuk menyampaikan berita soal lingkungan”, ungkap Fira. 

Dalam diskusi ini, selain Fira juga ada sebagai panelis Yao Hua Law jurnalis lingkungan dari Malaysia , Imelda Abano dari Filipina, Paritta Wangkiat dari Vietnam dan Romchat Wachirarattanakornkul dari Human Rights, Climate Change and Environment Focal Point (Asia) sebagai moderator. 

Baca Juga :  KNPI Tanimbar Ultimatum Pemda: Pasar Ngrimase Harus Segera dioperasikan , Janji Kadis Ingkar, PAD Bocor ke Swasta

Terakhir Fira menekankan penting kolaborasi dari setiap sektor untuk mengangkat isu lingkungan termasuk gerakan sipil, pemerintah, akademisi dan industri. “ Jurnalis tidak bisa sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan komitmen bersama untuk terus tidak menyerah dalam mengangkat isu isu lingkungan”, tegas Fira.

Sekretaris Jenderal SIEJ, Fira Abdurachman, diberi kesempatan berbagi pemikiran dan pengalamannya dalam sebuah diskusi bertajuk Witness to impact: The role of journalism in advancing human rights-based responses to the climate crisis in South-East Asia di forum Right Here, Right Now Global Climate Summit 2025 yang diselenggarakan oleh United Nations Human Rights dan the University of Oxford dengan berkolaborasi bersama International Universities Climate Alliance (IUCA). Forum ini digelar di kantor The Foreign Correspondent Club of Thailand, Bangkok Thailand pada Kamis 5 Juni 2025.

Baca Juga :  DPD Golkar Kota Ambon Kecam Keras Aksi Perusakan Kantor DPD Golkar Maluku 

Diskusi ini fokus pada peranan jurnalis lingkungan dalam mengangkat isu krisis iklim sebagai krisis hak asasi manusia yang memegang prinsip keberlanjutan untuk menjamin keberlangsungan hak hidup setiap manusia ditengah ancaman perubahan iklim. Tantangan jurnalis lingkungan adalah ancaman terhadap keselamatan jurnalis dalam melakukan pekerjaan jurnalisnya serta kebebasan berekspresi. Ditambah strategi untuk menyampai pesan advokasi di ruang publik terutama di sosial media. “Era digital di mana bentuk media berubah menjadi tantangan. Sekarang eranya cara menyampaikan suatu berita sudah menjadi penting hingga jurnalisme juga sudah harus berubah termasuk menyampaikan berita soal lingkungan”, ungkap Fira.

Dalam diskusi ini, selain Fira juga ada sebagai panelis Yao Hua Law jurnalis lingkungan dari Malaysia , Imelda Abano dari Filipina, Paritta Wangkiat dari Vietnam dan Romchat Wachirarattanakornkul dari Human Rights, Climate Change and Environment Focal Point (Asia) sebagai moderator.

Terakhir Fira menekankan penting kolaborasi dari setiap sektor untuk mengangkat isu lingkungan termasuk gerakan sipil, pemerintah, akademisi dan industri. “ Jurnalis tidak bisa sendirian. Kami membutuhkan dukungan dan komitmen bersama untuk terus tidak menyerah dalam mengangkat isu isu lingkungan,” tegas Fira.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIT

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Berita Terbaru