Proyek Maluku Integrated Port di Waisarisa, KNPI: Tidak Rasional dan Ancam Perekonomian Kota Ambon

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:44 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku secara tegas menolak rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di kawasan Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Penolakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KNPI Maluku, Sadam Bugis, dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media.

Menurut Sadam, proyek ini tidak hanya sarat kejanggalan dari sisi perencanaan dan kepemilikan lahan, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi dan tenaga kerja yang selama ini bergantung pada Pelabuhan Yos Sudarso di Kota Ambon.

“Pembangunan MIP di Waisarisa tidak memiliki urgensi yang jelas dan justru berpotensi menciptakan konflik kepemilikan. Lahan yang digunakan bukan milik negara, dan ada indikasi upaya pemilik lahan untuk menguasai saham proyek hanya karena menyediakan lokasi. Ini berbahaya dan tidak adil,” tegas Sadam.

Ia menyoroti bahwa pelabuhan utama di Ambon, yakni Pelabuhan Yos Sudarso, saat ini bahkan belum dimanfaatkan secara maksimal.

Berdasarkan data yang dikantongi KNPI Maluku, kapasitas Pelabuhan Yos Sudarso mencapai 400 TEUs, namun realisasi penggunaannya baru mencapai 100 TEUs.

“Dengan kapasitas yang ada, Pelabuhan Yos Sudarso masih bisa melayani aktivitas bongkar muat selama 20 tahun ke depan. Lalu apa urgensinya membangun pelabuhan baru yang berisiko menjadi proyek mangkrak?” tanyanya

Sadam juga mengkritik keras sikap Gubernur Maluku yang dianggap memaksakan proyek ini tanpa kajian mendalam dan analisis dampak sosial-ekonomi yang komprehensif. Ia menyebut MIP berpotensi menjadi “pelabuhan hantu” — megah di atas kertas, tetapi kosong dari aktivitas dan manfaat nyata.

“Seorang gubernur seharusnya menciptakan peluang kerja, bukan justru menghilangkan mata pencaharian buruh peti kemas di Pelabuhan Yos Sudarso. Jangan sampai proyek ini menjadi simbol kegagalan tata kelola pembangunan di Maluku,” ujarnya lantang.

Sebagai solusi konkret, KNPI Maluku mendorong revitalisasi dan pengembangan Pelabuhan Yos Sudarso.

Usulan tersebut mencakup perluasan hingga ke Pelabuhan Slamet Riyadi, penambahan kapasitas menjadi 700 TEUs, modernisasi peralatan seperti crane, dan pembangunan jalur khusus kontainer di sepanjang kawasan pesisir kota.

“Pendekatan ini tidak hanya lebih efisien dari sisi anggaran, tapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat lokal,” jelas Sadam.

Sebagai langkah lanjutan, KNPI Maluku menegaskan siap melakukan aksi penolakan terbuka terhadap proyek MIP, dan mendesak Menteri terkait serta Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk turun tangan.

“Kami akan membawa isu ini ke tingkat nasional. Presiden harus tahu bahwa proyek ini bukan hanya tidak rasional, tapi juga mengancam kestabilan sosial ekonomi di Kota Ambon,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT