Bula, Maluku— Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di bawah kepemimpinan Bupati Fachri Husni Alkatiri secara resmi meluncurkan Program Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh Posyandu se-kabupaten.
Peluncuran ini menandai langkah konkret dalam transformasi layanan kesehatan dasar yang lebih merata dan berkelanjutan di tingkat akar rumput.
Dalam sambutannya, Bupati Fachri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta para kader Posyandu atas dedikasi mereka dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
“Posyandu kini tidak hanya berfokus pada penimbangan balita dan imunisasi, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan terpadu yang menyediakan layanan gizi, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, pelayanan KB, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Alkatiri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ILP ini bertujuan memastikan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting, tidak ada ibu hamil yang tidak terpantau kesehatannya, dan tidak ada keluarga yang tertinggal dari akses layanan kesehatan dasar.
Peluncuran ILP ini juga menjadi bukti komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam menghadirkan layanan publik yang prima, adil, dan merata.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten SBT yang menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, kesehatan mental, dan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pihak—baik pemerintah, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda—untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program ini melalui semangat gotong royong di setiap Posyandu,” imbuhnya.
Acara ditutup dengan pernyataan resmi peluncuran ILP oleh Bupati Fachri Husni Alkatiri yang mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebagai tanda dimulainya program ILP di seluruh Posyandu se-Kabupaten Seram Bagian Timur tahun 2025.***





































































Discussion about this post