Gerak Cepat Fachri – Vito, Dinkes SBT Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Primer

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 07:13 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bula, Maluku– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur melalui Dinas Kesehatan secara resmi meluncurkan program Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh wilayah kabupaten.

Launching ini dipusatkan di Posyandu Bougenville, Desa Tansi Ambon, Kecamatan Bula, sebagai simbol dimulainya transformasi layanan kesehatan primer yang lebih inklusif dan menyeluruh.

Acara peluncuran dihadiri oleh Bupati Seram Bagian Timur Fachri Husni Alkatiri, Ketua TP-PKK, Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimcam, kepala negeri/desa, serta kader dan masyarakat dari berbagai wilayah kecamatan.

Bupati Fachri menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, serta para kader Posyandu atas dedikasi mereka dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Alkatiri mengakui, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada penimbangan balita dan imunisasi, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan kesehatan terpadu yang menyediakan layanan gizi, kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, pelayanan KB, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga :  Kepala BPJN Maluku Turun Lapangan Pantau Dua Proyek Strategis di SBT

“Saya mengajak seluruh pihak—baik pemerintah, swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda—untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program ini melalui semangat gotong royong di setiap Posyandu,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur, apt. Punira Kilwalaga, menjelaskan bahwa peluncuran Posyandu ILP merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Posyandu ILP hadir sebagai penguatan dari posyandu konvensional yang selama ini berfokus pada ibu hamil dan balita, kini menjadi sarana pelayanan kesehatan bagi seluruh siklus kehidupan—dari bayi hingga lanjut usia.

“Transformasi Posyandu menjadi ILP adalah respon terhadap kebutuhan zaman. Posyandu bukan lagi sekadar tempat penimbangan balita dan imunisasi, melainkan menjadi pusat edukasi, intervensi, dan informasi kesehatan masyarakat di tingkat keluarga,” ujar Kilwalaga.

Melalui pendekatan ILP, berbagai jenis layanan kesehatan kini terintegrasi dalam satu waktu dan tempat. Ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, skrining penyakit tidak menular, konseling gizi dan kesehatan mental, pelayanan ibu hamil, remaja, usia produktif, hingga lansia. Salah satu fokus utama Posyandu ILP adalah pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kilwalaga juga menjelaskan bahwa implementasi ILP sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang mendorong revitalisasi pelayanan primer. Hal ini diwujudkan melalui penguatan upaya promotif dan preventif, pemantauan wilayah setempat (PWS), serta pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan dan pemetaan situasi kesehatan di desa/kelurahan.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu ILP mengikuti lima langkah pelayanan utama, yakni pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pemberian layanan kesehatan dan penyuluhan, serta validasi dan sinkronisasi data. Program pendukung seperti kunjungan rumah, kelas ibu hamil, dan kelas balita juga diintegrasikan ke dalam sistem ini.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, kader posyandu, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan dukungan penuh berupa pelatihan kader, fasilitas pelayanan, dan sistem monitoring yang berkelanjutan. Namun yang tak kalah penting adalah semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri,” tambahnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT