Maluku Perkuat Strategi Penanganan Konflik Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 04:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya dalam menangani dan mencegah potensi konflik sosial yang masih menjadi tantangan di wilayah ini. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, saat mewakili Gubernur Maluku dalam kegiatan Rapat Koordinasi Analisis Permasalahan Penanganan dan Kontinjensi Konflik Sosial untuk Provinsi Maluku dan Maluku Utara, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (6/8/2025).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Asisten III Pemprov Maluku Utara, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kantibmas Kemenko Polhukam RI, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, perwakilan Forkopimda Maluku dan Maluku Utara, Wakapolda, Kabinda, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Dalam paparannya, Sadali menjelaskan bahwa strategi penanganan konflik sosial di Maluku berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, serta Keputusan Gubernur Maluku Nomor 850 dan 851 Tahun 2025 yang mengatur pembentukan Tim Terpadu dan Tim Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah.

Ia memaparkan beberapa faktor utama penyebab konflik di Maluku, seperti ketimpangan ekonomi dan pembangunan, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, politik identitas, provokasi berbasis isu agama dan etnis, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Di samping itu, lemahnya penegakan hukum dan koordinasi antar aparat keamanan juga menjadi pemicu munculnya konflik sosial.

Sadali menekankan bahwa strategi penanganan konflik di Maluku dijalankan melalui empat pendekatan, yakni pencegahan (preventif), deteksi dan respon dini, penanganan (kuratif), serta pemulihan dan rekonsiliasi (rehabilitasi). Bentuk konkret dari strategi ini di antaranya adalah kegiatan respons cepat, coffee morning bersama Forkopimda, serta rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak untuk merespon dinamika sosial di masyarakat.

Sejumlah konflik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga menjadi perhatian khusus pemerintah, seperti konflik sosial di Negeri Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Untuk wilayah ini, Pemprov dan Pemkab telah melakukan rehabilitasi 93 unit rumah, pembangunan kembali 50 unit rumah melalui program RISHA Kementerian PUPR, penyediaan air bersih dan sanitasi, perbaikan fasilitas umum, pembangunan pos pengamanan, pemasangan listrik, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga :  Api Persatuan Menyala di Ambon: Apel Kepemudaan Teguhkan Semangat Satu Bangsa

Sementara itu, untuk konflik yang terjadi di Kecamatan Salahutu, seperti insiden antara warga Negeri Tial dan Pemuda Negeri Tulehu, serta konflik di Kecamatan Seram Utara yang melibatkan Negeri Sawai, Negeri Administratif Masihulan, dan Dusun Rumaolat, pemerintah telah mengambil langkah penanganan melalui koordinasi dengan aparat keamanan, pemberian bantuan kemanusiaan, pertemuan dengan tokoh adat dan pemuda, hingga pembentukan sekolah darurat dan pos penjagaan.

Sadali menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi demi mewujudkan stabilitas dan kedamaian di Provinsi Maluku. ***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT