Koordinator Pemerhati Investasi Maluku Apresiasi Langkah Cepat Gubernur Jaga Iklim Investasi
Ambon — Koordinator Pemerhati Investasi Maluku, Yanto Lemosol, memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Maluku atas langkah cepat dan tepat dalam menjaga iklim investasi di daerah. Menurutnya, kebijakan yang diambil Gubernur menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi masuknya investor ke Maluku.
“Pak Gubernur memahami bagaimana menjaga stabilitas dan keamanan daerah agar para investor merasa yakin untuk berinvestasi di Maluku,” ujar Yanto, Kamis (14/8).
Yanto mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bupati dan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang dinilai tidak menunjukkan konsistensi dan kemampuan dalam menyelesaikan dinamika yang terjadi di daerah. Ia menilai, persoalan yang telah berlarut-larut itu seharusnya dapat diselesaikan di tingkat kabupaten, tanpa harus menunggu intervensi dari pemerintah provinsi.
“Dari awal, masalah ini mestinya bisa tuntas di SBB. Tapi karena tidak ada progres berarti, akhirnya Gubernur harus turun tangan. Lalu Bupati dan DPRD kerja apa saja?” tegasnya.
Lebih lanjut, Yanto juga menyoroti kinerja tim yang dibentuk untuk menangani persoalan tersebut. Menurutnya, tim tersebut memiliki anggaran pembiayaan untuk rapat, kunjungan lapangan, hingga uji petik. Namun, hingga kini pihaknya belum mendapatkan data akurat mengenai sumber pembiayaan kegiatan tersebut, apalagi hasil kerja yang nyata.
“Kami akan terus mencari sumber data yang valid terkait pembiayaan tim ini. Jika memang tidak ada progres signifikan, maka wajib diaudit,” tegasnya.
Sebagai Koordinator Pemerhati Investasi Maluku, Yanto menilai respons cepat Gubernur merupakan contoh kepemimpinan yang proaktif. Ia berharap, Bupati dapat belajar dari langkah tersebut dan tidak lengah dalam menghadapi permasalahan daerah.
“Setelah bertemu Gubernur, Bupati harus punya tanggung jawab penuh terhadap penyelesaian masalah. Jangan sampai kebiasaan buruk seperti ini terulang dan menjadi tontonan bagi kabupaten/kota lain di Maluku,” pungkasnya.***




































































Discussion about this post