Ambon, Maluku– Setelah enam bulan memimpin Provinsi Maluku, Gubernur Hendrik Lewerissa bersama istri, Maya Baby Lewerissa/Rampen, dan anak-anak, resmi menempati Rumah Dinas Gubernur di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.
Peresmian penggunaan rumah dinas tersebut ditandai dengan ibadah syukur yang berlangsung hangat dan khidmat pada Kamis malam.
Acara doa syukur dipimpin oleh Pdt. T.H. Werinussa, yang dalam renungannya mengingatkan bahwa rumah dinas bukan sekadar fasilitas negara, melainkan tempat perjumpaan pemimpin dengan Tuhan dan rakyat.
Ia menegaskan agar pintu rumah selalu terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pedagang kecil, tukang becak, sopir, hingga pejabat.
Dalam sambutannya, Gubernur Lewerissa menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menempati rumah tersebut sesuai protokol kepala daerah.
Namun, ia menegaskan ingin menjadikannya sebagai “Rumah Inspirasi” Par Maluku Pung Bae — tempat bertukar pikiran, merancang ide, membangun sinergi, dan mempererat persaudaraan demi kemajuan Maluku.
“Dalam tradisi Maluku, rumah adalah tempat hati bertemu. Siapa pun yang masuk disambut dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan. Itulah suasana yang ingin saya hadirkan di sini,” ujar Lewerissa.
Gubernur juga menekankan bahwa rumah dinas akan menjadi simbol keterbukaan bagi aspirasi, masukan, maupun sekadar silaturahmi. “Membangun Maluku tidak bisa sendirian. Kita harus bergandengan tangan,” tegasnya.
Terkait renovasi rumah dinas, Lewerissa menjelaskan bahwa perbaikan memang diperlukan mengingat kondisi bangunan yang sudah lama tidak direnovasi.
Namun, ia menegaskan biaya yang dikeluarkan tidak sebesar yang diberitakan sebagian media. “Pemberitaan itu hiperbolis dan tidak objektif,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah. “Rumah ini hanya akan saya tempati selama menjabat, tapi selama itu, setiap keputusan harus lahir dari suara rakyat dan untuk kepentingan rakyat,” tandasnya. ***





































































Discussion about this post