Ambon, Maluku– Aksi tak biasa terjadi di Kota Ambon pada Jumat (12/9/2025). Sekitar 20 orang dari Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (MPW Pemuda ICMI) Provinsi Maluku menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.
Mereka menuntut penegakan hukum terkait dugaan penyimpangan anggaran pembangunan dan rehabilitasi Gedung Terarium DTW Namalatu Beach, Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Yang menarik, aksi ini menyeret nama Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, yang juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua ICMI Orwil Maluku. Artinya, sesama kader ICMI kini saling berhadapan di ruang publik: Pemuda ICMI mendemo pejabat ICMI.
Dalam aksinya, massa yang dipimpin Korlap Rizki Rumadan menyuarakan sejumlah poin tuntutan utama, antara lain:
- Mendesak Kejati Maluku dan Ditkrimsus Polda Maluku memeriksa Abdul Hasiasi, Faisal Hukom, dan Achmad Jais Ely terkait proyek mangkrak di Namalatu.
- Meminta aparat hukum memanggil PPK, PPTK, dan kontraktor yang terlibat dalam proyek APBD 2022 senilai Rp800 juta dan APBD 2024 senilai Rp345 juta yang hingga kini terbengkalai.
- Menuntut Gubernur Maluku menonaktifkan ASN yang diduga terlibat serta mencopot Achmad Jais Ely dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata Maluku.
- Menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran agar publik mengetahui kejelasan dana yang sudah digelontorkan.
“Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan turun dengan massa lebih besar,” tegas Rizki dalam orasinya.
Sebagai catatan, kepengurusan Orwil ICMI Maluku sendiri dilantik oleh Ketua MPP ICMI, Prof. Dr. Arief Satria, dengan Dr. Ruslan Tawary sebagai ketua Orwil. Saat itu, Dr. Achmad Jais Ely bertindak sebagai ketua panitia sekaligus diamanakan menjadi salah satu wakil ketua.
Fakta bahwa pejabat yang didemo adalah bagian dari kepengurusan inti ICMI Orwil Maluku menambah dimensi unik dalam aksi kali ini: ICMI mengkritik dan menekan ICMI sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati Maluku maupun Dinas Pariwisata Maluku terkait tuntutan yang dilayangkan massa.
Sekedar tahu, ICMI adalah singkatan dari Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, sebuah organisasi yang terdiri dari cendekiawan dan intelektual Muslim di Indonesia, didirikan pada 7 Desember 1990 di Malang, dengan B.J. Habibie sebagai ketua umum pertamanya.
Tujuan utamanya adalah untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa, memberantas kemiskinan, dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan sumber daya manusia Muslim. ***





































































Discussion about this post