Besan Tegaskan, Gunung Botak Warisan Adat yang Dijaga Keturunan Kapitan Baman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 05:57 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku– Status kepemilikan Gunung Botak atau yang dikenal juga sebagai Gunung Lea Bumi kembali ditegaskan melalui agenda diskusi terbuka dirangkai silaturahmi bersama tokoh adat para kepala soa dan kepala adat dataran rendah Waeapo, Selasa (16/9).

Pertemuan itu menegaskan bahwa Gunung Botak merupakan warisan sah Kapitan Baman Tausia yang secara turun-temurun diwariskan kepada anak cucu dan keturunannya sejak ratusan tahun lalu.

Tokoh masyarakat adat Bupolo sekaligus mantan Bupati Kabupaten Buru, Amus Besan, menyatakan bahwa penegasan ini penting untuk menghentikan klaim sepihak yang selama ini menimbulkan ketegangan.

“Gunung Botak (Lea Bumi) adalah hak waris Kapitan Baman Tausia yang tidak bisa diganggu gugat. Tidak boleh diakui atau diklaim sebagai milik kelompok tertentu ataupun individu lain di luar garis keturunan,” tegas Besan.

Dalam keputusan adat tersebut, para kepala soa juga menyepakati bahwa seluruh anak cucu serta masyarakat adat dari 24 suku diperbolehkan mencari nafkah di kawasan Gunung Botak tanpa dipungut biaya.

Baca Juga :  Wagub Maluku Tinjau Gladi Kotor Upacara HUT RI ke-80

Namun, klaim kepemilikan baik secara pribadi maupun kelompok dilarang keras.

Hal ini sesuai amanat sejarah Kapitan Baman Tausia, di mana hasil alam Gunung Lea Bumi dapat dinikmati bersama dengan tetap menjaga dan merawat tempat sakral berupa “tapak kaki Kapitan Baman Tausia” yang dilindungi tujuh kepala soa Waelata sejak berakhirnya peperangan di Pulau Buru hingga kini.

Sejumlah langkah strategis turut diputuskan untuk menjaga kejelasan hak waris sekaligus meminimalisir konflik sosial.

Di antaranya penyampaian pemberitahuan resmi kepada pemerintah dan tokoh adat bahwa Gunung Botak adalah milik sah Kapitan Baman Tausia, penerbitan surat peringatan kepada pihak-pihak yang bekerja di Gunung Botak dan Bia Nita tanpa izin ahli waris, pemberian kuasa penuh kepada Jagalihong Law Office sebagai pendamping hukum ahli waris Marga Baman, serta penolakan tegas terhadap seluruh bentuk klaim kepemilikan di luar keturunan Baman Tausia.

Para tetua adat bahkan menantang pihak-pihak yang masih merasa memiliki klaim untuk membuktikannya melalui sumpah adat bersama marga Baman.

“Jika ada yang merasa benar, silakan datang dan lakukan sumpah adat di hadapan masyarakat. Di situlah kebenaran akan teruji,” ujar salah satu kepala soa.

Amus Besan menambahkan, catatan sejarah menunjukkan adanya pemberian hak adat terbatas di masa lalu, seperti ketel Anhoni yang diberikan kepada Raja Kaiyeli Mansur Wael (generasi ke-16 Hinolong Baman) sekitar 400 tahun lalu, serta izin berburu (broho/tapa) yang diberikan kepada marga lain oleh generasi ke-17 Hinolong Baman. Namun, pemberian hak tersebut bukanlah pengalihan kepemilikan.

“Semua sejarah ini diwariskan secara turun-temurun dari Kapitan Baman Tausia hingga kini, dijaga oleh tujuh kepala soa di Waelata. Gunung Botak tetaplah hak waris yang sah dan harus dihormati semua pihak,” tutur Besan.

Masyarakat adat berharap penegasan ini menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah agar dapat memberikan dukungan penuh, menghormati keputusan adat, serta menindak pihak-pihak yang mencoba mengklaim hak kepemilikan secara tidak sah.****

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT