Ambon, Maluku– Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menegaskan, politik tidak boleh menjadi pemantik yang mengusik kembali luka lama masyarakat Maluku. Pesan itu ia sampaikan dalam Pelantikan dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Maluku di Ambon, di hadapan ratusan kader dan pengurus partai, Sabtu kemarin.
Ahmad Ali menyampaikan, tragedi kemanusiaan yang terjadi puluhan tahun lalu masih meninggalkan jejak mendalam pada banyak keluarga. Karena itu, ia meminta seluruh kader menjadikan politik sebagai ruang edukasi dan perdamaian, bukan tempat menyalakan kembali api kebencian.
“Kita jangan lupa bahwa tragedi itu pernah ada. Banyak keluarga yang kehilangan, banyak kampung yang hancur. Luka itu tidak boleh disentuh lagi, apalagi dibuka. Politik tidak boleh memantik api lama yang pernah membakar kita semua,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat Maluku hidup di atas fondasi adat yang kuat serta keberagaman agama yang telah berdampingan ratusan tahun.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, adalah kekuatan sosial yang harus dijaga dan tidak boleh dijadikan komoditas politik.
“Agama, budaya, dan ras adalah identitas yang harus dihormati. Menginjak nilai budaya demi menang pemilu bukanlah kemenangan. Politik harus mendidik, bukan menghasut,” katanya.
Dalam sambutannya, Ahmad juga mengingatkan, masih ada praktik politik yang menghalalkan cara-cara kotor demi kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa PSI menolak model seperti itu dan ingin menunjukkan bahwa politik bisa dijalankan dengan kedewasaan.
“Ada yang rela memecah rakyat hanya demi kursi. Kita tidak akan seperti itu. PSI harus damai, PSI harus santun, PSI harus menunjukkan bahwa politik bisa dilakukan dengan kepala dingin dan hati bersih,” ucapnya disambut tepuk tangan panjang.
Ia kemudian meneguhkan optimisme kader dengan menyatakan bahwa meski PSI partai kecil, dukungan rakyat terhadap politik yang damai dan bersih adalah kekuatan besar yang membuat PSI terus tumbuh.
Pelantikan dan Rakorwil PSI Maluku ini pun dimanfaatkan untuk memperkuat struktur, memperluas jaringan, dan mempersiapkan kemenangan menuju Pemilu 2029 tanpa mengorbankan harmoni sosial.
“Kami menegaskan bahwa kemenangan politik dapat dicapai tanpa perpecahan. Target kita untuk Maluku 1 kursi DPR RI di pemilu mendatang,” tegasnya.***





































































Discussion about this post