FGPM Desak Relaksasi Tambang, DPRD Ambon Nilai Penutupan Total Berisiko Fatal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:46 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Komisi III DPRD Kota Ambon menilai kebijakan penutupan total aktivitas tambang batuan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap pembangunan dan perekonomian daerah. Di tengah keterbatasan fiskal, langkah tersebut dinilai berisiko fatal karena dapat memicu kelangkaan material, memperlambat proyek infrastruktur, hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi kota.

Penilaian itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far-Far, usai menerima aspirasi Forum Gerakan Peduli Masyarakat Maluku (FGPM) bersama puluhan sopir truk pengangkut material, di Kantor DPRD Kota Ambon, Jumat (23/01/2026).

Dalam pertemuan tersebut, FGPM mendesak Pemerintah Kota Ambon dan DPRD agar segera menetapkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda RTRW) sebagai payung hukum yang memberikan kepastian bagi usaha pertambangan batuan. FGPM juga meminta adanya kebijakan relaksasi, agar aktivitas pengangkutan pasir dan batu tetap dapat berjalan di tengah proses penataan wilayah dan penyesuaian regulasi.

Baca Juga :  Sudah Rampung, Proyek Renovasi Bak Beton Induk Pembibitan Ikan Marine Center Unpatti Belum Dibayar

FGPM menegaskan, penutupan sejumlah lokasi galian telah berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian sekitar 300 sopir truk, berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta terganggunya pasokan material pembangunan di Kota Ambon dan wilayah Provinsi Maluku.

Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Kota Ambon menilai bahwa penghentian total tambang batuan justru dapat memicu efek berantai yang merugikan daerah.

“Kalau seluruh tambang ditutup, material akan menjadi langka, pembangunan melambat, dan aktivitas kota bisa lumpuh,” tegas Far-Far.

Baca Juga :  Dipastikan Berlangsung Kondusif, Muscab II BPC HIPMI Kep Tanimbar Segera Dihelat

Ia mengungkapkan, saat ini setidaknya dua titik tambang telah menghentikan operasionalnya. Komisi III mengingatkan, apabila kondisi ini terus meluas tanpa solusi kebijakan yang terukur, maka rantai distribusi material konstruksi akan terputus dan berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur serta sektor ekonomi masyarakat.

Sebagai solusi, Komisi III DPRD Kota Ambon mendorong agar proses administrasi perizinan dan penataan wilayah tetap berjalan secara paralel dengan operasional tambang. DPRD juga menegaskan kewajiban seluruh pengelola tambang untuk melengkapi perizinan dan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Komisi III DPRD Kota Ambon menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi dialog lanjutan antara FGPM, pengelola tambang, dan Pemerintah Kota Ambon, guna merumuskan kebijakan yang berimbang—menjaga kepatuhan hukum sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan dan stabilitas ekonomi daerah.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru