Masohi, Maluku — Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mengapresiasi transformasi pembelajaran dan kebijakan pendidikan dasar yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis kepulauan dan pegunungan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan belajar 27 peserta Post-Course Workshop bertajuk “Governance and Public Policy Making for Subnational Governments” ke SD Negeri 216 dan SD Negeri 202 di Kecamatan Salahutu, Selasa (27/1/2026).
Para peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia timur dan barat—mulai dari Aceh hingga Papua—serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Kementerian Keuangan, mempelajari secara langsung praktik kebijakan pendidikan yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan dasar di daerah dengan kondisi geografis menantang.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Short Course Australia Awards Indonesia (AAI) yang dilaksanakan melalui kemitraan Australia–Indonesia dalam program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA). Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti, meningkatkan koordinasi lintas pemerintahan, serta mendorong inovasi layanan publik yang berkelanjutan.
Dalam implementasinya, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengembangkan sejumlah kebijakan inovatif di sektor pendidikan, antara lain perluasan akses digital melalui kerja sama dengan SEAMOLEC dan SEAMEO QITEP in Science, serta kolaborasi dengan penyedia layanan satelit seperti Starlink guna memastikan konektivitas internet bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendirikan sekolah baru di kawasan terisolasi untuk menekan angka putus sekolah, serta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp4,5 miliar untuk pelatihan guru berkelanjutan. Kebijakan tersebut mendorong peningkatan partisipasi guru dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), memperkuat budaya belajar di sekolah, dan berdampak pada perbaikan kualitas pembelajaran.
Data menunjukkan, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–15 tahun meningkat dari 99,07 persen pada 2023 menjadi 99,68 persen pada 2024. Sementara itu, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan juga mengalami peningkatan signifikan, dengan skor literasi siswa sekolah dasar naik dari 43,51 menjadi 47,13 poin, serta numerasi dari 33,03 menjadi 44,28 poin dalam kurun tiga tahun terakhir.
Pakar pendidikan FKIP Universitas Pattimura, Prof. Dr. Marleny Leasa, menegaskan bahwa penguatan literasi, numerasi, dan karakter merupakan fondasi utama pendidikan bermutu. Menurutnya, peningkatan ketiga aspek tersebut tidak hanya berdampak pada prestasi belajar siswa, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia Todd Dias menyampaikan bahwa Pemerintah Australia melalui Program INOVASI bangga dapat mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Maluku Tengah. Ia menilai transformasi pembelajaran yang diterapkan menunjukkan penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat.
“Pemerintah Australia akan terus mendukung upaya peningkatan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan, termasuk di Maluku Tengah,” ujar Todd Dias.
Salah satu peserta short course asal Kalimantan Utara, Dian Suryanata, mengaku terinspirasi oleh komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam membangun ekosistem pendidikan. Ia menilai kepemimpinan daerah yang kuat, didukung implementasi kebijakan yang nyata di lapangan, menjadi faktor kunci keberhasilan.
“Saya melihat komitmen kepala daerah yang luar biasa, didukung kerja nyata kepala dinas dan jajarannya. Inilah yang membuat pendidikan dasar di Maluku Tengah terlihat istimewa, bahkan setara dengan praktik pembelajaran di luar negeri,” tuturnya.***





































































Discussion about this post