Bara Perlawanan Meledak! Groundbreaking Blok Masela di Ujung Boikot Massal

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:48 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Saumlaki, TrendingMaluku.com – Suasana jelang seremoni proyek raksasa migas di Tanimbar berubah panas. Tiga kekuatan sipil, LSM ALTAR (Aliansi Tanimbar Raya), dan FCBT (Forum Cinta Bumi Tanimbar) memastikan akan menggeruduk kantor perwakilan INPEX Corporation di Tanimbar serta memboikot agenda groundbreaking Blok Masela yang dijadwalkan pekan depan.

Pernyataan ini bukan gertakan. Mereka menyebut seluruh administrasi pemberitahuan aksi telah dirampungkan, dan mobilisasi massa akan digelar pada Kamis, 19 Februari 2026.

Seremoni Dianggap Menutup Luka yang Belum Sembuh

Gelombang protes dipicu oleh apa yang mereka sebut sebagai “tumpukan persoalan krusial” yang belum pernah dijawab tuntas oleh INPEX selaku operator Lapangan Abadi.

Di tengah target pemerintah melalui SKK Migas agar groundbreaking dilakukan sebelum Lebaran 2026, kelompok masyarakat di Tanimbar menilai proyek strategis nasional ini justru berjalan tanpa transparansi dan tanpa keberpihakan nyata kepada tuan rumahnya sendiri.

“Jangan jadikan kami penonton di tanah sendiri,” tegas salah satu koordinator aksi.

Empat Isu Besar yang Meledak

Aksi ini membawa sejumlah tuntutan keras yang mereka sebut sebagai “grand issue” perjuangan rakyat Tanimbar, yakni:

Baca Juga :  Kejari Tanimbar Tuding Kuasa Hukum Mainkan Drama “Jaksa Sakti”: Upaya Sistematis Kaburkan Dugaan Korupsi

1. Transparansi Informasi Publik. Masyarakat menilai informasi proyek masih kabur. Tahapan pekerjaan, skema investasi, hingga dampak riil terhadap warga terdampak dinilai belum dipaparkan secara terbuka dan jujur.

2. Prioritas Tenaga Kerja Lokal. Tiga organisasi ini mendesak adanya komitmen tertulis dan terukur soal persentase tenaga kerja lokal Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam fase konstruksi maupun operasi. Bukan sekadar janji, tetapi angka pasti dan mekanisme pengawasan yang jelas.

3. Penggunaan Vendor Lokal & CSR. Mereka menilai peluang ekonomi lokal berpotensi dikuasai pihak luar jika tidak ada regulasi tegas. Program CSR juga diminta tidak menjadi alat pencitraan, melainkan program pemberdayaan nyata.

4. Dampak Lingkungan & AMDAL. Isu ini menjadi sorotan paling tajam, pasalnya Kelompok aksi mendesak penjelasan terbuka terkait dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap ekosistem laut sumber hidup nelayan Tanimbar.

Mereka menuntut transparansi menyeluruh atas dokumen AMDAL dan mitigasi pasca eksplorasi.

Groundbreaking Tak Akan Berjalan Mulus

Kelompok ini menegaskan, seremoni peletakan batu pertama tidak akan mereka biarkan berlangsung normal bila hak-hak masyarakat adat dan transparansi rekrutmen belum dipastikan.

Baca Juga :  Reses di Saumlaki, Ivonila K. Shinsu Serap Aspirasi Warga Soal Pengembangan UMKM 

“Kami tidak akan membiarkan prosesi seremonial berjalan mulus jika hak dasar masyarakat belum jelas. Jangan tutupi substansi dengan panggung dan seremoni,” tegas mereka

Seruan juga disampaikan kepada masyarakat Tanimbar agar tidak larut dalam narasi pencitraan proyek besar bernilai triliunan rupiah itu.

Desakan ke Pemda dan DPRD: Bentengi Tanimbar dari Gelombang Migrasi

Selain menyasar INPEX, tekanan juga diarahkan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka didesak segera menyiapkan Peraturan Daerah tentang Kependudukan dan Tenaga Kerja Lokal, sebagai tameng menghadapi potensi migrasi besar-besaran akibat proyek Masela.

Menurut mereka, tanpa regulasi protektif, masyarakat lokal bisa tersingkir oleh arus pendatang yang datang bersama investasi.

Tanimbar di Titik Kritis

Proyek Blok Masela selama ini digadang sebagai motor ekonomi baru kawasan timur Indonesia. Namun di lapangan, bara ketidakpuasan justru membesar.

Pertanyaannya kini bukan lagi soal kapan groundbreaking digelar, tetapi apakah proyek sebesar ini benar-benar berpihak pada rakyat Tanimbar, atau hanya menjadi panggung megah yang menyisakan kegelisahan di akar rumput?

Kamis depan akan menjadi ujian pertama. Tunggu dan saksikan…!. (TM.01)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT