Dugaan Cemarkan Nama Baik Wakil Uskup, ST dan TF Dilaporkan ke Polres Kepulauan Tanimbar

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:22 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Saumlaki, TrendingMaluku.com – Ketegangan sosial mencuat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar setelah dua warga berinisial ST dan TF resmi dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik terhadap RD. Ponsio Ongirwalu, Vikaris Episkopal KKT–MBD sekaligus Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat.

Laporan tersebut diajukan oleh Albert Dion Ressy pada 13 Februari 2026 melalui surat bernomor 001/LP/HKY-OLBA/II/2026. Perkara ini segera menyita perhatian publik. Bukan hanya karena menyangkut figur rohani dengan otoritas moral tinggi, tetapi juga karena menyentuh batas antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab hukum di ruang digital.

Informasi yang dihimpun menyebut, polemik bermula dari percakapan dalam grup WhatsApp “Lamdesar Panggil Pulang” pada 5 Februari 2026.

Dalam percakapan itu, kedua terlapor diduga menyampaikan komentar yang dinilai menyerang pribadi sekaligus merendahkan posisi gerejawi RD. Ponsio Ongirwalu. Ucapan tersebut dipandang melampaui batas etika dan kepantasan dalam konteks kehidupan umat.

Baca Juga :  Advokat Ronny Sianressy Geruduk Dewan Pers, Laporkan Wartawan soal Dugaan Berita Bohong

Dalam tradisi Katolik di Tanimbar, jabatan Vikaris Episkopal bukan sekadar posisi administratif, melainkan simbol kewibawaan moral dan representasi struktur gereja. Karena itu, ujaran yang dianggap merendahkan dinilai bukan sekadar kritik spontan, melainkan serangan terhadap martabat institusi.

Albert Dion Ressy menegaskan, langkah hukum ditempuh bukan atas dasar sentimen pribadi, melainkan demi menjaga kehormatan jabatan gerejawi.

“Ini bukan soal pribadi. Ini soal menjaga martabat gereja dan wibawa jabatan di ruang publik digital,” tegasnya.

Proses Hukum Berjalan

Laporan telah diterima oleh Polres Kepulauan Tanimbar. Aparat kini melakukan klarifikasi awal dengan menelaah tangkapan layar percakapan, riwayat pesan, serta identitas akun yang diduga terlibat.

Penyidik dijadwalkan memanggil pelapor, saksi, dan kedua terlapor untuk dimintai keterangan. Jika unsur terpenuhi, perkara ini berpotensi diproses menggunakan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pasal pencemaran nama baik dalam KUHP, yang selama ini menjadi dasar penanganan sengketa ujaran di ruang digital.

Baca Juga :  Ibadah Imlek 2025 Sebagai Jembatan Kesejahteraan dan Kebaikan Umat Konghucu

Yang membuat perkara ini mencuat bukan semata aspek hukumnya, melainkan implikasi sosialnya.

Di wilayah yang masyarakatnya menjunjung tinggi figur rohani, serangan verbal terhadap pemimpin gereja berpotensi memicu kegaduhan bahkan polarisasi. Sejumlah tokoh lokal menyebut kasus ini sebagai “peringatan keras” terhadap kebiasaan berbicara tanpa batas di grup percakapan digital.

Realitasnya, ruang WhatsApp bukan lagi ruang privat absolut. Setiap kalimat dapat menjadi bukti hukum. Setiap ujaran dapat berujung konsekuensi pidana.

Ketika seorang pejabat gerejawi merasa dicemarkan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi menyentuh kredibilitas struktur pastoral yang selama ini menjadi sandaran umat.

Kini perkara tersebut memasuki fase krusial penyelidikan. Publik menanti bagaimana aparat penegak hukum menavigasi perkara ini secara objektif menjaga keseimbangan antara perlindungan reputasi, penegakan hukum positif, dan sensitivitas kehidupan beragama.

Satu pesan mengemuka bahwa ruang digital bukan zona bebas nilai. Kebebasan berbicara tanpa tanggung jawab dapat berubah menjadi persoalan hukum yang serius. (TM.02)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT