Ambon, Maluku,- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mendesak penanganan serius dan menyeluruh pasca bentrokan antar pemuda di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.
Menurutnya, insiden kekerasan yang melibatkan generasi muda tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian biasa. Peristiwa tersebut dinilai sebagai indikator melemahnya kontrol sosial serta nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar konflik biasa. Ini mencerminkan kemunduran dalam menjaga nilai kebersamaan yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Maluku,” ujar Watubun, Senin (30/03/2026).
Ia menegaskan, pemuda seharusnya menjadi agen pembangunan, bukan justru menjadi pemicu konflik yang merusak tatanan sosial dan menimbulkan keresahan.
Watubun juga meminta aparat keamanan bertindak profesional dan tegas dalam menangani kasus tersebut, serta memastikan proses hukum berjalan adil tanpa tebang pilih.
Penegakan hukum yang konsisten, kata dia, penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah konflik serupa di masa mendatang.
Selain pendekatan hukum, ia menekankan perlunya langkah persuasif melalui pelibatan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat guna meredam ketegangan dan memulihkan hubungan sosial antar kelompok yang bertikai.
“Pendekatan dialog harus diutamakan, namun tetap dibarengi penegakan hukum yang jelas. Kita tidak boleh membiarkan konflik terus berulang,” tegasnya.
Watubun turut menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membina generasi muda agar tidak mudah terprovokasi, mengingat banyak konflik berawal dari persoalan kecil yang tidak diselesaikan secara bijak.
Ia pun mengajak masyarakat Maluku Tenggara untuk kembali mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung tinggi persatuan dan perdamaian.
“Ini sudah melanggar norma hukum dan sosial, sekaligus mencederai adat dan budaya masyarakat Kei,” tandasnya.*






































































Discussion about this post