Watubun Minta Aparat Tegas Tangani Konflik Pemuda Malra

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 04:37 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mendesak penanganan serius dan menyeluruh pasca bentrokan antar pemuda di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Menurutnya, insiden kekerasan yang melibatkan generasi muda tidak bisa lagi dipandang sebagai kejadian biasa. Peristiwa tersebut dinilai sebagai indikator melemahnya kontrol sosial serta nilai-nilai persaudaraan di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar konflik biasa. Ini mencerminkan kemunduran dalam menjaga nilai kebersamaan yang selama ini dijunjung tinggi masyarakat Maluku,” ujar Watubun, Senin (30/03/2026).

Ia menegaskan, pemuda seharusnya menjadi agen pembangunan, bukan justru menjadi pemicu konflik yang merusak tatanan sosial dan menimbulkan keresahan.

Watubun juga meminta aparat keamanan bertindak profesional dan tegas dalam menangani kasus tersebut, serta memastikan proses hukum berjalan adil tanpa tebang pilih.

Penegakan hukum yang konsisten, kata dia, penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah konflik serupa di masa mendatang.

Selain pendekatan hukum, ia menekankan perlunya langkah persuasif melalui pelibatan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat guna meredam ketegangan dan memulihkan hubungan sosial antar kelompok yang bertikai.

“Pendekatan dialog harus diutamakan, namun tetap dibarengi penegakan hukum yang jelas. Kita tidak boleh membiarkan konflik terus berulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Kapal Pesiar Pacifix Export Buang Jangkar di Ambon

Watubun turut menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membina generasi muda agar tidak mudah terprovokasi, mengingat banyak konflik berawal dari persoalan kecil yang tidak diselesaikan secara bijak.

Ia pun mengajak masyarakat Maluku Tenggara untuk kembali mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal yang menjunjung tinggi persatuan dan perdamaian.

“Ini sudah melanggar norma hukum dan sosial, sekaligus mencederai adat dan budaya masyarakat Kei,” tandasnya.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT