Ambon, Maluku — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Maluku, PDGI cabang Kota Ambon, PDGI cabang Kabupaten Maluku Tengah, dan PDGI cabang Buru periode 2025–2030 di Hotel Santika, Jumat, 10 April 2026.
Kepengurusan tersebut dilantik oleh Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI, drg. Usman Sumantri, MSc.
Wagub Vanath dalam sambutannya mengatakan, keberadaan organisasi profesi dokter gigi memberi dukungan bagi pemerintah daerah, terutama dalam melengkapi data pelayanan kesehatan di lapangan.
Ia melihat masih ada kekurangan fasilitas, tenaga, dan sarana penunjang yang perlu ditangani bersama. “Kalau ada organisasi profesi begini menjadi lengkap, pemerintah akan mendapatkan data yang sempurna,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi profesi dapat membantu pemerintah membaca kondisi riil di daerah, termasuk kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah terpencil.
Dengan dukungan data yang lebih lengkap, langkah penanganan bisa lebih tepat. “Memang kita butuh teman-teman (Dokter gigi). Kesehatan adalah pelayanan dasar dan itu diperintahkan undang-undang.
Karena itu, perangkatnya harus diperlengkapi dari waktu ke waktu,” ujar Wakil Gubernur.
Ia juga menyinggung pentingnya dokumentasi dalam perjalanan organisasi. Sebab, rekam jejak seperti foto dan catatan kegiatan akan menjadi bagian dari sejarah yang bermanfaat di masa depan, termasuk bagi anggota yang kelak memegang jabatan publik.
“Kita tidak tahu, suatu saat diantara kalian menjadi pejabat dan foto-foto seperti itu akan menceritakan tentang sejarah kalian dari waktu-waktu sampai berada pada puncak karir,” singgungnya.
Selain itu, Wakil Gubernur juga menilai kepemimpinan dalam organisasi perlu dijalankan secara bersama-sama.
Energi positif, kata dia, perlu dibangun agar mampu mendorong kinerja anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Agar sektor kesehatan tetap menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.
Di sisi lain, Wakil Gubernur kembali menilai Maluku sedang bergerak maju, termasuk dalam pengembangan pendidikan.
Ia mencontohkan rencana penguatan pendidikan kedokteran yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Dan Alhamdulillah hari ini sedang bergerak maju,” ujarnya.
Tak hanya itu, Menurutnya, sektor pendidikan juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan menggambarkan potensi perputaran uang dari mahasiswa di Maluku yang bisa mencapai ratusan miliar rupiah per bulan, bergantung pada jumlah dan pola belanja.
“Kita membangun dunia kesehatan di Maluku in tertatih-tatih untuk anak-anak kita. Ada kepentingan ekonomi di dalam,” kata Wakil Gubernur.
Wakil Gubernur juga menyampaikan, pengalamannya saat menjabat kepala daerah, ketika harus mendatangkan tenaga dokter ke wilayah terpencil dengan keterbatasan fasilitas. Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan perhatian dari sisi kesejahteraan tenaga kesehatan agar mereka bersedia bertugas di daerah sulit.
“Saya mengajak seluruh pengurus, jalankan tugas organisasi dengan baik. Ingatkan generasi muda Maluku untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif agar pembangunan dapat terus berjalan,” tutup Wakil Gubernur.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah PDGI Maluku, drg. Wendy Pelupessy berharap, terbentuknya kepengurusan baru di tingkat wilayah dan cabang dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan gigi di kabupaten dan kota, sekaligus membuka peluang peningkatan pelayanan, terutama di daerah yang selama ini masih kekurangan tenaga dokter gigi.
“Kita berharap dengan adanya cabang-cabang ini bisa lebih meningkatkan pelayanan, terkhusus pelayanan gigi kepada masyarakat,” harapnya.
Wendy menilai persebaran dokter gigi saat ini masih terpusat di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah lain belum terlayani secara optimal. Olehnya itu, kehadiran pengurus cabang di berbagai wilayah diharapkan bisa mendorong distribusi tenaga yang lebih merata.
“Hal persebaran itu masih terpusat di kota Ambon dan di Kabupaten Maluku Tengah. Dengan adanya kepengurusan yang terbentuk ini bisa lebih memaksimalkan,” ujar Wendy.
Sebagai ketua pengurus wilayah, Wendy mengaku memerlukan dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota melalui dinas kesehatan untuk mendorong pemerataan tenaga dokter gigi, agar tenaga medis bersedia bertugas di wilayah kepulauan yang aksesnya terbatas.
“Kami butuh dukungan untuk bisa terjadi pemerataan para teman-teman sejawat yang ada di kabupaten kota,” kata Wendy mengakui.
Menurutnya, keberadaan program studi kedokteran gigi yang mulai menerima mahasiswa tahun lalu memberi harapan baru. Lulusan dari daerah diyakini lebih berpeluang kembali mengabdi di wilayah asal karena sudah mengenal kondisi sosial dan budaya setempat.
“Tenaga dokter gigi dari luar daerah sulit bertahan jika tidak diimbangi dengan insentif yang memadai. Kebutuhan hidup dan tanggung jawab keluarga menjadi pertimbangan utama dalam penempatan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Wendy juga menyinggung program penugasan khusus seperti Nusantara Sehat yang selama ini membantu mengisi kekosongan tenaga medis di daerah terpencil.
Namun, program itu bersifat sementara karena masa tugas terbatas sekitar dua tahun.
“Karena itu, peran dinas kesehatan sangat krusial untuk memetakan kebutuhan di tiap daerah dan mengusulkan penempatan tenaga melalui Kementerian Kesehatan. Skema tersebut diharapkan dapat menutup kekosongan layanan, meski hanya dalam jangka waktu tertentu,” tutup Wendy.








































































Discussion about this post