Piru, Maluku – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan sesama warga menyusul bentrokan yang terjadi antara masyarakat Dusun Katapang dan Dusun Olas, Kecamatan Huamual, Sabtu (6/6/2026).
Melalui Sekretaris MUI SBB, Syuaib Pattimura, lembaga keagamaan tersebut mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan maupun penyebaran informasi yang dapat memperkeruh situasi di tengah upaya pemulihan keamanan.
Menurut Syuaib, setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedamaian dan tidak melakukan hal-hal yang berpotensi memicu konflik baru di tengah masyarakat.
“Semua elemen di negeri ini jangan sampai melakukan hal yang sifatnya bisa memicu gaduhan. Islamnya dijaga, sesama muslim jangan saling mengadu domba,” ujar Syuaib.
MUI SBB menilai komunikasi dan silaturahmi antarwarga harus terus diperkuat sebagai langkah utama untuk mencegah meluasnya konflik. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat.
“Komunikasi terus terjalin dan berlanjut supaya masalah-masalah yang rawan timbul perselisihan di tengah-tengah masyarakat mudah diredam,” katanya.
Selain menyerukan pentingnya menjaga ukhuwah, MUI SBB juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam menangani seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Syuaib menegaskan bahwa pelaku kekerasan maupun pihak-pihak yang diduga menjadi provokator harus diproses sesuai hukum yang berlaku guna memberikan rasa keadilan bagi masyarakat serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami meminta aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan profesional untuk mengungkap para pelaku. Para provokator dan pelaku tidak boleh dibiarkan bebas, harus ada efek jera bagi mereka,” tegasnya.
MUI SBB juga mengajak seluruh masyarakat untuk mempercayakan proses penanganan kasus kepada aparat keamanan serta tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperpanjang konflik.
Sementara itu, situasi keamanan di Kecamatan Huamual dilaporkan mulai berangsur kondusif pasca bentrokan yang melibatkan warga Dusun Katapang dan Dusun Olas. Konsentrasi massa yang sebelumnya memenuhi sejumlah titik di wilayah perbatasan kedua dusun mulai membubarkan diri, sementara arus lalu lintas yang sempat terganggu telah kembali normal.
Meski kondisi mulai terkendali, aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan penjagaan ketat di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan dan menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Diketahui, bentrokan yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat senjata tajam.
Selain itu, massa juga membakar satu unit mobil patroli Polres Seram Bagian Barat dan satu unit sepeda motor dinas kepolisian.
Hingga saat ini aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembacokan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran kendaraan dinas kepolisian tersebut.***







































































Discussion about this post