MANOKWARI – Di sela agenda pendampingan Kontingen Maluku pada ajang Pesparani Nasional XIV di Manokwari, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama istri, Maya Baby Lewerissa, menghadiri Malam Bakudapa bersama Keluarga Besar Maluku di Manokwari, Sabtu (20/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan warga Maluku yang menetap di Papua Barat.
Kehadiran gubernur disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat hubungan persaudaraan dengan tanah asal.
Bakudapa, yang dalam bahasa Maluku berarti “bertemu”, menjadi wadah memperkuat ikatan sosial dan budaya masyarakat Maluku di perantauan. Dalam kesempatan itu, Gubernur Hendrik Lewerissa menyapa langsung warga, mendengarkan berbagai aspirasi, serta menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Maluku.
Suasana kerinduan terhadap kampung halaman terasa kuat sepanjang acara.
Warga Maluku dari berbagai latar belakang berkumpul dalam semangat kebersamaan yang mencerminkan nilai-nilai Pela Gandong sebagai warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Maluku, termasuk yang berada di luar daerah.
Malam Bakudapa tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta perwakilan paguyuban Maluku di Manokwari. Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menunjukkan kuatnya solidaritas dan rasa memiliki terhadap tanah leluhur meski berada jauh dari Provinsi Maluku.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu menjadi penegasan bahwa ikatan persaudaraan orang Maluku tetap terjaga dan terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui momentum tersebut, semangat kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku di perantauan kembali diperkuat sebagai bagian dari identitas orang basudara.***







































































Discussion about this post