Ambon, Maluku — Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Maluku, Ricky Jauwerissa, terus memperkuat barisan partainya dengan merangkul tokoh-tokoh daerah untuk bergabung dalam PSI. Hingga saat ini, sembilan tokoh lokal dari berbagai kabupaten/kota di Maluku telah resmi menjadi kader PSI dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA).
Bergabungnya para tokoh tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) PSI Maluku yang digelar di Ambon, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPP PSI Bidang Pendidikan Nasional, Danik Eka Rahmaningtiyas, mengatakan kehadiran sembilan tokoh daerah tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi PSI Maluku dalam memperluas basis dukungan masyarakat.
“Sudah ada sembilan tokoh yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Kehadiran mereka menjadi penguat PSI, bukan hanya dari sisi struktur organisasi, tetapi juga melalui figur-figur lokal yang diharapkan mampu membawa PSI berkembang hingga ke tingkat grassroot,” kata Danik kepada wartawan usai Rakorwilsus.
Menurutnya, bertambahnya tokoh-tokoh yang bergabung tidak terlepas dari kemampuan kepemimpinan DPW PSI Maluku dalam membangun komunikasi dan menjalin hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kalau komandannya tidak kuat dan tidak mampu membangun komunikasi dengan baik, tentu akan sulit menarik tokoh-tokoh potensial. Kehadiran ketua wilayah yang baru ini justru mempermudah perkembangan PSI, khususnya di Maluku,” ujarnya.
Danik juga menepis anggapan bahwa pergantian kepemimpinan di DPW PSI Maluku berdampak pada stabilitas organisasi. Ia memastikan seluruh struktur partai tetap berjalan normal dan terus melakukan konsolidasi hingga tingkat daerah.
“Pergantian ini tidak menimbulkan persoalan di struktur. Evaluasi memang selalu berjalan dan tidak berdampak terhadap kepengurusan di tingkat wilayah maupun daerah. Seluruh DPD dan DPC yang sudah terbentuk tetap berjalan sebagaimana mestinya. Perubahan ini justru menjadi napas segar bagi pertumbuhan dan perkembangan PSI di Maluku,” tegasnya.
Sementara itu, Ricky Jauwerissa menegaskan PSI Maluku terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam membangun daerah melalui jalur politik.
Menurutnya, PSI tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan muda, tetapi juga membuka ruang bagi para tokoh senior yang memiliki pengalaman dan komitmen untuk melayani masyarakat.
“PSI Maluku terbuka. Kami mengajak seluruh masyarakat Maluku yang ingin bergabung, silakan. Mau tua ataupun muda, kami persilakan. Jangan menganggap PSI hanya partai anak muda,” kata Ricky.
Ia menambahkan, keterlibatan tokoh-tokoh senior akan menjadi kekuatan penting dalam memperkaya gagasan dan arah perjuangan partai ke depan.
“Kami membutuhkan bimbingan dari para senior. Harapannya mereka bisa bergabung dan bersama-sama berpolitik dengan tujuan melayani serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menghadapi Pemilu 2029, PSI Maluku menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif di seluruh kabupaten/kota di Maluku. Salah satu target utama yang dipatok adalah membentuk fraksi utuh PSI di 11 DPRD kabupaten/kota.
“Target politik kami pada 2029 adalah mempertahankan kursi yang sudah ada dan terus berkembang di 11 kabupaten/kota sehingga PSI dapat memiliki fraksi utuh,” tegas Ricky.
Selain memperkuat basis politik, PSI Maluku juga tengah mempercepat proses verifikasi Dewan Pimpinan Ranting dan Desa (DPRT) sesuai arahan DPP. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.
Ricky menjelaskan, penyesuaian administrasi partai saat ini masih berlangsung menyusul perubahan identitas PSI dari logo mawar menjadi logo gajah. Perubahan tersebut berdampak pada pembaruan berbagai dokumen organisasi, termasuk penerbitan surat keputusan kepengurusan.
“Perubahan logo dari mawar ke gajah turut memengaruhi penerbitan SK. Sistem administrasi partai juga menyesuaikan dengan mekanisme Sipol sehingga seluruh SK harus diperbarui. Jadi bukan karena ada pergantian Ketua Wilayah lalu ada pengurus yang keluar atau menarik diri. Sama sekali tidak. Ini murni karena perubahan logo yang membutuhkan penyesuaian administrasi,” pungkasnya.**






































































Discussion about this post