Ambon, Maluku – Euforia Piala Dunia 2026 mulai menggema di Kota Ambon. Menjelang pertandingan babak semifinal, berbagai persiapan terus dimatangkan untuk menyukseskan Festival Rakyat Nusantara 2026 yang akan dipusatkan di Pattimura Park dan Lapangan Merdeka Ambon.
Terpantau pada Senin (13/7) malam, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Maluku, M. Armyn Syarif (Sam) Latuconsina, melakukan peninjauan langsung ke Pattimura Park guna memastikan kesiapan seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama festival.
Di lokasi, aktivitas persiapan terlihat berlangsung intensif. Area pameran UMKM dan kuliner mulai ditata, panggung hiburan rakyat dipersiapkan, sementara lokasi Nobar Bola Gembira juga mulai dilengkapi berbagai fasilitas untuk menyambut masyarakat yang akan menyaksikan laga semifinal Piala Dunia 2026 secara bersama-sama.
Berdasarkan agenda penyelenggaraan, Festival Rakyat Nusantara 2026 akan berlangsung pada 14–16 Juli 2026 di Pattimura Park.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM dan kuliner yang beroperasi sejak pukul 18.00 hingga 06.00 WIT, hiburan rakyat mulai pukul 18.00 hingga 00.00 WIT, hingga Nobar Bola Gembira yang digelar mulai pukul 02.00 hingga 06.00 WIT untuk menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia.
Rangkaian kemeriahan tersebut akan berlanjut pada 20 Juli 2026 di Lapangan Merdeka Ambon melalui agenda nonton bareng partai puncak Piala Dunia, sekaligus menjadi penutup Festival Rakyat Nusantara yang diproyeksikan menghadirkan ribuan masyarakat.
Atmosfer Piala Dunia juga semakin terasa di Maluku. Antusiasme masyarakat ikut dipengaruhi oleh dukungan para pemimpin daerah terhadap tim favorit masing-masing.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa diketahui memberikan dukungan kepada Argentina, sedangkan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menjagokan Inggris.
Perbedaan dukungan tersebut justru menambah semarak euforia sepak bola di Maluku dan menjadi pemantik kebersamaan masyarakat dalam menikmati pesta olahraga terbesar di dunia.
Festival Rakyat Nusantara tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM, sektor kuliner, dan ekonomi kreatif.
Kolaborasi antara KADIN Provinsi Maluku, Kodam XV/Pattimura, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta berbagai mitra diharapkan mampu menghadirkan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah selama penyelenggaraan kegiatan.
Wakil Ketua Bidang Pengolaan Informasi Publik DPD KNPI Maluku, Muhammad Fahrul Kaisuku, memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun dalam penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana momentum Piala Dunia dapat dikemas menjadi kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menggerakkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan ruang-ruang interaksi publik yang produktif.
Ia menilai penyelenggaraan festival ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memperkuat semangat persatuan melalui olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi produk lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia 2026.***






































































Discussion about this post