KNPI SBB: Tanjung Sial Harus Dijaga, DPRD Jangan Jadi Penonton di Rumah Sendiri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:54 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku — DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak DPRD SBB segera mengambil langkah politik dan administratif yang tegas dalam mengawal status kawasan Tanjung Sial, menyusul menguatnya upaya perjuangan wilayah tersebut oleh DPRD Kabupaten Maluku Tengah.

Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD KNPI SBB, Farham Suneth, menegaskan bahwa Tanjung Sial merupakan isu strategis yang tidak boleh dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, pelayanan pemerintahan, serta keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.

Menurutnya, langkah Komisi IV DPRD Maluku Tengah yang menemui Gubernur Maluku untuk membahas Tanjung Sial harus menjadi alarm bagi DPRD SBB agar tidak bersikap pasif terhadap persoalan yang menyangkut masa depan daerah.

“Tanjung Sial harus dijaga. DPRD SBB jangan sampai menjadi penonton di rumah sendiri ketika pihak lain aktif memperjuangkan kepentingannya. Wakil rakyat harus berdiri di garis depan membela kepentingan masyarakat dan menjaga integritas wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat,” tegas Farham, Selasa (21/7/2026).

Farham mengatakan, DPD KNPI SBB menghormati hak DPRD Maluku Tengah untuk memperjuangkan kepentingan daerahnya. Namun demikian, pihaknya mengingatkan agar setiap pembahasan mengenai Tanjung Sial tetap berpijak pada ketentuan hukum, sejarah pembentukan daerah, serta fakta administrasi pemerintahan yang telah berlangsung selama ini.

Baca Juga :  Suara dari Sisi Pemenang, "Inilah Puncak Segala Perkara," Cacat Menurut Lawan

“Kami mengingatkan DPRD Maluku Tengah agar tidak membangun klaim yang berlebihan terhadap Tanjung Sial. Persoalan batas wilayah harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan regulasi yang berlaku, bukan melalui klaim politik yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Seram Bagian Barat merupakan daerah otonom yang lahir melalui proses pemekaran yang memiliki dasar hukum yang jelas. Karena itu, seluruh pihak harus menghormati aspek historis dan administrasi pemerintahan yang menjadi fondasi keberadaan wilayah Kabupaten SBB sejak awal pembentukannya.

Menurut Farham, masyarakat yang berada di kawasan Tanjung Sial selama ini telah menjalani berbagai aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan Kabupaten Seram Bagian Barat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah dan DPRD SBB memiliki kewajiban moral maupun politik untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.

Lebih lanjut, Farham menilai DPRD SBB perlu segera mengambil langkah konkret melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB, Pemerintah Provinsi Maluku, serta instansi terkait guna memperkuat posisi daerah berdasarkan data, dokumen historis, dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan menunggu sampai persoalan ini berkembang lebih jauh. DPRD harus hadir memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kepentingan mereka sedang diperjuangkan. Tugas wakil rakyat bukan hanya mengawasi jalannya pemerintahan, tetapi juga menjaga kepentingan strategis daerah ketika menghadapi dinamika seperti saat ini,” katanya.

Farham juga mengingatkan agar DPRD SBB tidak terjebak dalam berbagai polemik yang kurang produktif sementara isu yang menyangkut kepentingan daerah justru membutuhkan perhatian serius.

“Rakyat ingin melihat DPRD bekerja untuk hal-hal yang benar-benar penting. Saat ini yang dibutuhkan adalah keberanian politik, keseriusan, dan kekompakan seluruh elemen daerah dalam menjaga kepentingan Seram Bagian Barat. Jangan sampai daerah lain bergerak, sementara kita justru terlambat mengambil sikap,” tegasnya.

DPD KNPI SBB, lanjut Farham, akan terus mengawal perkembangan isu Tanjung Sial dan mendorong seluruh komponen daerah untuk bersatu menjaga hak-hak masyarakat serta keutuhan wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Ini bukan semata-mata soal batas wilayah, tetapi soal tanggung jawab melindungi masyarakat dan menjaga marwah daerah. Karena itu, Tanjung Sial harus dijaga dan DPRD SBB tidak boleh menjadi penonton di rumah sendiri,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT