Penguatan Moderasi Beragama, Gubernur Maluku Apresiasi GEMA Mathla’ul Anwar

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:29 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa

Ambon, Maluku – Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan bertema Moderasi Beragama yang digagas oleh DPW GEMA Mathla’ul Anwar Maluku dan DPD GEMA Mathla’ul Anwar Kota Ambon. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dan strategis dalam memperkuat kehidupan orang basudara di Maluku.

Dalam sambutannya Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan, moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga perdamaian, kemajemukan, dan keharmonisan sosial di daerah yang memiliki latar belakang keberagaman yang kuat seperti Maluku.

“Saya mengapresiasi panitia dan pengurus GEMA Mathla’ul Anwar Maluku serta Kota Ambon, karena memilih tema yang sangat relevan dan bermanfaat bagi Maluku. Kita punya tanggung jawab untuk terus mendorong kegiatan-kegiatan yang mempromosikan kehidupan orang bersaudara, perdamaian, kemajemukan, dan kemoderasian,” ujar Gubernur.

Ia juga menegaskan moderasi beragama tidak boleh disalahartikan sebagai upaya memoderasi ajaran agama, melainkan bagaimana membangun relasi yang sehat antar umat beragama dalam kehidupan sosial.

“Sebagai Gubernur, saya bangga terhadap inisiatif dan komitmen teman-teman GEMA Mathla’ul Anwar dalam memperkuat kesadaran moderasi beragama di Maluku,” tambahnya.

Baca Juga :  Buka Musprov Ke-IX KADIN Provinsi Maluku, Sekda Harap Hasilkan Pemikiran Konstruktif

Libatkan Generasi Muda

Bansa Hadi Sella, Ketua Wilayah GEMA Mathla’ul Anwar Maluku menyampaikan, dialog publik ini bukanlah akhir dari upaya membangun kesadaran tentang makna moderasi beragama, melainkan langkah awal dari gerakan berkelanjutan.

Menurutnya, dalam waktu ke depan akan digelar berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda lintas iman, termasuk organisasi kepemudaan dari kalangan Kristen, Islam, Hindu, Buddha, serta unsur LSM dan komunitas lainnya.

“Persoalan keyakinan itu bersifat pribadi (nafsi-nafsi), namun bagaimana kita saling menghargai sesama orang beragama menjadi sangat penting agar tidak terjadi turbulensi sosial di kemudian hari,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan ruang digital secara bijak. Di era Artificial Intelligence (AI), arus informasi yang cepat menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis dan mampu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Semangat pela gandong sebagai kearifan lokal Maluku ditegaskan sebagai nilai utama yang harus terus dirawat dalam menjaga hubungan antarumat beragama.

Baca Juga :  Disperindag Maluku Gelar Apel Pagi dan Rapat Tindak Lanjut Penataan Pasar Mardika

Strategi Pencegahan Konflik

Sementara itu, Akademisi Asrul Pattimahu menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mengelola keberagaman. Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang jarang berinteraksi cenderung mudah terjebak dalam prasangka, yang berpotensi memicu konflik.

Menurutnya, pemerintah perlu menciptakan sebanyak mungkin ruang-ruang perjumpaan lintas latar belakang, seperti ruang baca terbuka atau perpustakaan komunitas, yang memungkinkan interaksi sosial berlangsung secara positif.

“Orang yang jarang berjumpa akan saling curiga. Sebaliknya, semakin banyak ruang pertemuan yang diciptakan, semakin kecil potensi konflik yang muncul,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi, memiliki tanggung jawab untuk merawat dan menjaga keberagaman melalui dialog dan interaksi sosial yang konstruktif.

Jalan Tengah Keharmonisan

Pandangan senada disampaikan oleh Rovik Akbar Avifudin yang menekankan bahwa moderasi beragama merupakan jalan tengah untuk menjaga harmonisasi dalam kehidupan sosial.

“Moderasi beragama bukan memoderasi agama, tetapi memoderasi cara pandang dan perilaku kita dalam relasi sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, dan tolong-menolong yang diajarkan dalam agama harus menjadi modal utama dalam membangun keharmonisan antarumat beragama di Maluku.

Dengan semangat kebersamaan dan pembukaan ruang-ruang perjumpaan, moderasi beragama diharapkan menjadi landasan kuat dalam membangun masa depan Maluku yang damai, harmonis, dan berkelanjutan. (**)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru

Trend Maluku

Bupati SBT Teken MoU Investasi Sagu di Forum Bisnis Sagu

Kamis, 5 Nov 2026 - 04:58 WIT

Trend Maluku

Tuntas Pembangunan Jembatan, Masyarakat Minta Pangdam Resmikan

Kamis, 5 Nov 2026 - 02:48 WIT