TANIMBAR, TrendingMaluku.com – Sebuah drama panjang pengelolaan dana negara di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) saat ini Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai terkuak.
Cerita ini bermula tahun 2005, ketika kabupaten kepulauan ini menerima alokasi Dana Pembangunan Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI).
Proyek strategis itu dikerjakan oleh kontraktor PT Teguh, dengan subkontraktor bernama Agus Theodorus (AT)
Namun, kejutan muncul setahun berselang. Di tahun 2006, Agustinus Theodorus, memenangkan tender dan langsung menjadi kontraktor utama pelaksanaan pembangunan PPI menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Saat Utang Pihak Ketiga (UP3) Mengendus Pelanggaran
Ini kemudian memicu gejolak adalah masalah Utang Pihak Ketiga (UP3). “Ceritanya memang panjang,” ujar Forner CH Sanamase, yang saat itu diketahui sebagai Ketua DPRD Kepulauan Tanimbar (2004-2009).
Ketika bau pelanggaran kewenangan mulai tercium, dan dugaan penggunaan dana DAK Kementerian Perikanan untuk PPI tahun 2006 sebesar Rp9.110.000.000 (sembilan miliar seratus sepuluh juta rupiah) mengemuka, langkah cepat diambil.
“Setelah dokumen lengkap kami peroleh, saya membentuk Pansus,” tegas Forner. Pansus bentukan tahun 2007 itu pun resmi bergulir.
Tidak Ada Temuan
Pansus yang dibentuk penuh harapan itu dipimpin oleh Piet Kait Taborat. Namun, ketika babak pelaporan di tingkat paripurna DPRD tiba, publik ddikejutkan
Sang ketua pansus menyatakan bahwa tidak menemukan temuan apa pun terhadap persoalan yang sedang difokuskan untuk digelar sidang.
Pernyataan itu sontak membekukan semua kecurigaan. Sidang ditutup. Kasus menguap.
Adakah Dokumen yang Disembunyikan?
Kisah pansus yang buntu tanpa temuan itu kini mengemuka. kembali hangat dibicarakan. Sejumlah sumber menyebut ada kejanggalan.
Dokumen-dokumen penting hasil kerja pansus yang tiba-tiba tidak pernah muncul dalam sidang paripurna. Bahkan, beberapa anggota DPRD mengaku tidak pernah melihat laporan lengkap.
“Apakah ada dokumen Pansus yang disembunyikan agar tidak diketahui DPRD dan dianggap tidak ada temuan?” ujar Forner mengenang masa lalu sebagai ketua DPRD.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk Piet Kait Taborat. Namun, petunjuk demi petunjuk mulai merangkai teka-teki besar.
Sekuat apa kekuatan yang menekan di balik layar sehingga Pansus sekuat itu bisa tiba-tiba buta?
Siapa yang bermain di balik tembok hening Pansus? Apakah dokumen rahasia itu akan terungkap di episode berikutnya?
Nantikan jawabannya dalam laporan khusus kami. Bersambung…








































































Discussion about this post