SBB, Maluku – Sore itu, beberapa pemuda terlihat berjalan dari rumah ke rumah di Negeri Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Di tangan mereka tergenggam karung-karung kecil berisi beras. Sesekali mereka mengetuk pintu rumah warga, menyapa dengan senyum, lalu menyerahkan bantuan yang telah lama dinantikan sebagian masyarakat.
Bagi warga yang menerima, bantuan itu bukan sekadar lima kilogram beras. Lebih dari itu, ia menjadi tanda bahwa masih ada kepedulian yang datang menghampiri.
Kegiatan sosial ini dilakukan oleh Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Hualoy (HIPPMAH) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Seram Bagian Barat. Sebanyak 77 paket beras, masing-masing seberat 5 kilogram, disalurkan kepada warga yang berhak menerima zakat di Negeri Hualoy.
Berbeda dengan pembagian bantuan pada umumnya, para pemuda memilih menyalurkannya secara door to door. Mereka berjalan menyusuri jalan kampung, mendatangi satu per satu rumah warga agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Di beberapa rumah, para penerima tampak terharu. Ada yang langsung mengucapkan syukur, ada pula yang hanya tersenyum dengan mata berkaca-kaca ketika menerima paket beras tersebut.
Bagi HIPPMAH dan Baznas, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar. Namun mereka percaya, kepedulian sekecil apa pun tetap berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengentasan kemiskinan di daerah bertajuk Saka Messe Nusa ini.
Lebih dari sekadar pembagian bantuan, aksi sosial ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat.
Ketua Umum HIPPMAH, Ramli Tubaka berharap, langkah kecil tersebut dapat membawa manfaat, sekaligus menjadi pengingat bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu berlebih. Sebab terkadang, lima kilogram beras yang dibawa dengan keikhlasan bisa menjadi harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan.
Sisi lain, dia juga mengapresiasi Baznas SBB yang sudah mau membantu masyarakat dalam penyaluran bantuan ini.
“Tentu kami sangat berterima kasih kepada Baznas SBB, karena tanpa inisiatif dari mereka, pembagian zakat ini tidak dapat tersalurkan. Kami sangat apresiasi, semoga kerja sama yang baik ini bisa berjalan lagi di tahun-tahun mendatang,” ujar Ramli kepada media ini, Senin (16/03/2026).
Sementara itu, Ketua Baznas SBB, Syuaib Pattimura menjelaskan, pembagian zakat bagi Badan Amil Zakat Nasional memiliki peran yang sangat penting, baik secara agama, sosial, maupun kelembagaan.
Dia mengatakan, pembagian zakat merupakan amanah syariat Islam. Di mana zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu.
“Baznas bertugas mengelola dan menyalurkan zakat kepada 8 golongan penerima (asnaf) seperti fakir, miskin, amil, mualaf, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil, dan riqab. Dengan membagikan zakat secara tepat, Baznas telah menjalankan amanah agama sesuai aturan syariat dan ketentuan negara,” kata Syuaib.
Sisi lain, zakat juga, lanjut Syuaib, membantu mengurangi kemiskinan. Dana zakat dapat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan.
Kemudian meningkatkan keadilan sosial. Yakni, zakat berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan dari orang yang mampu kepada yang membutuhkan. Melalui Baznas, pembagian zakat menjadi lebih teratur dan tepat sasaran sehingga kesenjangan sosial dapat berkurang.
“Ketika Baznas menyalurkan zakat secara transparan dan tepat sasaran, masyarakat yang membayar zakat (muzaki) akan semakin percaya untuk menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut. Hal ini membuat pengumpulan zakat semakin meningkat,” pungkasnya. (**)




































































Discussion about this post