Saumlaki, TrendingMaluku.com – Ketegangan antara kelompok kepemudaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan perusahaan migas raksasa Inpex Masela, Ltd kian memanas. Forum Cinta Bumi Tanimbar (FCBT) bersama DPD KNPI Kepulauan Tanimbar memastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Inpex pada pekan depan.
Aksi ini menjadi lanjutan dari kekecewaan terhadap sikap perusahaan yang dinilai tidak korporatif, tertutup, dan minim respons terhadap tuntutan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Kekecewaan Memuncak, Inpex Dinilai Tertutup
Koordinator FCBT, Bung Anders Luturyali, mengungkapkan bahwa sejak aksi dua pekan lalu, tidak ada perubahan signifikan maupun itikad baik dari pihak perusahaan untuk merespons tuntutan secara transparan.
Menurutnya, pola komunikasi Inpex yang cenderung menggunakan pihak ketiga justru memperkeruh situasi dan memunculkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.
“Inpex sepertinya selalu menggunakan pihak ketiga untuk membangun komunikasi dengan kelompok pemuda. Ini menimbulkan berbagai spekulasi miring. Kami menuntut Presiden Inpex turun langsung ke Tanimbar untuk berdialog, tapi tuntutan itu seolah dianggap remeh,” tegas Anders, Rabu (22/4).
Pemuda Tanimbar Siap Tunjukkan Sikap Tegas
Anders menegaskan, jika suara pemuda terus diabaikan, maka pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia memastikan aksi pekan depan akan menjadi bentuk pernyataan sikap tegas dari pemuda sebagai tuan rumah di tanah sendiri.
“Mohon maaf jika nantinya sikap kami dianggap ekstrem. Itu adalah bagian dari komitmen kami terhadap apa yang kami perjuangkan. Kami akan buktikan bahwa pemuda Tanimbar punya harga diri,” cetusnya.
KNPI: “Jika Kami Tak Penting, Inpex Juga Tak Penting”
Senada dengan itu, Ketua DPD KNPI Kepulauan Tanimbar, Bung Alex Belay, menyampaikan kritik dengan nada tenang namun sarat pesan. Ia menilai Inpex terlalu eksklusif dan berlindung di balik status Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengabaikan aspirasi lokal.
“Kalau Inpex menganggap pemuda tidak penting, ya bagus. Saya bersyukur kalau itu pikiran mereka. Tapi ingat, jika hari ini kami dianggap tidak penting, maka bagi kami Inpex juga tidak penting untuk ada di Tanimbar,” ujarnya.
Peringatan: Jangan Jadi ‘Menara Gading’ di Tanah Sendiri
Belay menegaskan bahwa investasi sebesar apa pun seharusnya membawa dampak positif, termasuk membuka ruang dialog yang sehat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengingatkan agar perusahaan tidak bersikap eksklusif dan menjauh dari realitas sosial masyarakat setempat.
“Jangan berlindung di balik PSN lalu menganggap pemuda tidak ada artinya. Kami santai saja, tapi biarlah waktu yang menjawab. Harapan kami sederhana, semua berjalan baik demi masa depan masyarakat Tanimbar. Tapi kalau pintu dialog ditutup, jangan salahkan jika pemuda mengambil jalan sendiri,” tegasnya.
Rencana aksi pekan depan diprediksi akan melibatkan massa dalam jumlah lebih besar sebagai bentuk protes atas kebuntuan komunikasi yang terjadi selama ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Inpex belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan maupun rencana aksi yang akan digelar oleh KNPI dan FCBT. (TM.01)







































































Discussion about this post