Gakkum ESDM Tetapkan 25 Tersangka Tambang Ilegal Gunung Botak, 12 DPO

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:24 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan 25 orang sebagai tersangka dalam kasus tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku.

Dari jumlah tersebut, 12 tersangka telah diamankan dan ditahan, sementara 12 lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Penetapan tersangka diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Jeffri Huwae, dalam konferensi pers di Aula Lantai III Kejaksaan Tinggi Maluku, Kamis (25/6). Kegiatan itu turut dihadiri Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, serta Staf Ahli Menteri ESDM Michael Wattimena.

Jeffri menjelaskan, penetapan para tersangka dilakukan setelah penyidik PPNS Direktorat Jenderal Gakkum ESDM bersama Bareskrim Polri menggelar perkara pada 22 Juni 2026. Gelar perkara dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 12 saksi, analisis dokumen, serta berbagai petunjuk yang ditemukan saat operasi penindakan di lokasi tambang ilegal.

“Berdasarkan hasil analisis yang telah digelar dan dilakukan penilaian berdasarkan pendapat ahli, Direktorat Jenderal Gakkum ESDM menetapkan sebanyak 25 orang sebagai tersangka,” kata Jeffri.

Baca Juga :  Di Buano Utara, Bupati SBB Tekankan Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa

Dari total tersangka yang ditetapkan, sebanyak 12 orang diamankan saat operasi penindakan pada 22 Juni dan resmi ditahan sehari kemudian. Sementara itu, 13 tersangka lainnya belum berhasil ditemukan sehingga penyidik menerbitkan status DPO.

Menurut Jeffri, meskipun belum diperiksa, penyidik memiliki keyakinan yang cukup berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan bahwa mereka harus dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Karena yang bersangkutan tidak berada di tempat saat proses penindakan dilakukan, maka terhadap mereka telah diterbitkan DPO,” ujarnya.

Fakta yang turut menjadi perhatian dalam pengungkapan kasus ini adalah keterlibatan warga negara asing. Dari 12 tersangka yang telah diamankan, 11 orang merupakan warga negara asing berkebangsaan China, sedangkan satu orang lainnya merupakan warga negara Indonesia.

Jeffri menegaskan, proses penegakan hukum terkait aktivitas tambang ilegal di Gunung Botak tidak berhenti pada penetapan 25 tersangka tersebut. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga berperan dalam aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan tersebut.

“Siapapun yang terlibat pasti akan kami mintai pertanggungjawaban hukum,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh proses penyidikan dilakukan secara independen dan profesional guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat Maluku.

Baca Juga :  Wabup Tanimbar, Jika 93 Ribu Hektar Hutan Dibabat Habis Kita Rugi Rp. 77 Triliun!

Menurut Jeffri, langkah tegas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mendukung penataan tata kelola pertambangan di Gunung Botak yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian publik. Ia menyoroti bahwa berbagai upaya penertiban telah dilakukan sejak 2011, namun belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

Meski demikian, kondisi keamanan di kawasan Gunung Botak saat ini dinilai jauh lebih kondusif berkat sinergi aparat keamanan dan pemerintah.

“Dengan optimalisasi yang dilakukan Pangdam XV/Pattimura dan Kapolda Maluku, kami melihat tensinya sudah jauh menurun,” katanya.

Jeffri menilai kondisi yang semakin terkendali harus dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang berupaya mengganggu proses penataan pengelolaan sumber daya alam yang sedang dilakukan pemerintah.

Karena itu, Kementerian ESDM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Provinsi Maluku melalui langkah-langkah penegakan hukum yang konsisten. Dukungan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk mengawal program pemberdayaan masyarakat melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang tengah didorong pemerintah daerah.

“Kami tidak menginginkan ada pihak-pihak yang menghambat program pemerintah daerah dalam pengelolaan Gunung Botak. Dukungan melalui penegakan hukum akan terus kami lakukan,” pungkasnya.

Penetapan 25 tersangka ini menjadi salah satu langkah penegakan hukum terbesar dalam penanganan tambang emas ilegal di Gunung Botak dan menandai babak baru upaya pemerintah menata sektor pertambangan secara legal, tertib, dan berkelanjutan di Maluku.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru