Ambon, Maluku – M. Sahril Salamena atau yang akrab disapa Aril Salamena resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Maluku periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi dalam Silaturahmi Wilayah (Silatwil) I Badan Pengurus Wilayah (BPW) Mafindo Maluku yang berlangsung di Cafe Cahya, Ambon, Sabtu (11/07).
Forum tersebut dihadiri mayoritas relawan Mafindo Maluku dan menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan arah gerakan literasi digital di Provinsi Maluku.
Silatwil I menandai berakhirnya masa kepemimpinan Koordinator Wilayah Mafindo Maluku periode 2022–2026, Rusda Leikawa, setelah laporan pertanggungjawabannya diterima peserta forum. Agenda kemudian dilanjutkan dengan demisioner kepengurusan lama dan penetapan Aril Salamena sebagai ketua DPW untuk masa bakti 2026–2029.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua DPP Mafindo, Mark Ufie, yang mengajak seluruh relawan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan penyebaran hoaks, disinformasi, serta perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kerelawanan sekaligus memperluas dampak gerakan Mafindo hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Dalam forum tersebut, Rusda Leikawa mendapat apresiasi atas kepemimpinannya selama dua periode, yakni 2018–2022 dan 2022–2026.
Selama memimpin Mafindo Maluku, organisasi dinilai berhasil memperluas jejaring kolaborasi, memperkuat gerakan literasi digital dan cek fakta, serta melahirkan kader-kader yang dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Dalam prakata perdananya sebagai Ketua DPW Mafindo Maluku, Aril Salamena menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh relawan untuk memimpin organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Ketua DPP Mafindo, Mark Ufie, yang dinilainya menjadi kebanggaan bagi relawan Mafindo Maluku.
“Terpilihnya Bro Mark Ufie sebagai Ketua DPP Mafindo adalah sejarah yang membanggakan. Beliau merupakan kader yang lahir, bertumbuh, dan ditempa dari rahim relawan Mafindo Maluku. Ini membuktikan bahwa Maluku mampu melahirkan pemimpin nasional yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen kuat dalam membangun gerakan literasi digital serta cek fakta di Indonesia,” ujar Aril.
Aril juga menyampaikan apresiasi kepada Rusda Leikawa atas dedikasi dan kontribusinya membangun organisasi selama dua periode kepemimpinan.
“Fondasi yang telah dibangun selama dua periode menjadi modal penting bagi kepengurusan berikutnya untuk membawa Mafindo Maluku semakin maju dan berdampak,” katanya.
Memimpin Mafindo Maluku periode 2026–2029, Aril mengusung visi menjadikan organisasi sebagai gerakan masyarakat sipil yang solid, progresif, inklusif, dan berdampak dalam menjaga kebenaran, meningkatkan kecakapan digital, serta merawat semangat hidup orang basudara di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Untuk merealisasikan visi tersebut, ia memperkenalkan Program GANDONG sebagai arah strategis gerakan organisasi selama tiga tahun mendatang.
Program tersebut merupakan akronim dari Gerakan Relawan Unggul, AI untuk Maluku, Nalar Cek Fakta, Digital Pela Gandong, dan Literasi Berlayar.
Menurut Aril, GANDONG tidak sekadar menjadi nama program, tetapi juga merepresentasikan filosofi gerakan yang berakar pada nilai-nilai persaudaraan masyarakat Maluku.
“Tiga tahun ke depan, arah gerakan Mafindo Maluku akan dibingkai dalam Program GANDONG. Karena bagi katong, menjaga fakta adalah cara menjaga hubungan orang basudara dan menjaga Maluku,” tegasnya.
Ia menilai tantangan ruang digital ke depan semakin kompleks sehingga Mafindo Maluku harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah, dunia pendidikan, media, komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
“Mafindo Maluku tidak boleh hanya dikenal karena kegiatannya, tetapi harus dikenal karena manfaatnya. Organisasi ini harus menjadi rumah bagi relawan untuk bertumbuh, ruang kolaborasi bagi berbagai pihak, serta menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat Maluku yang kritis, cakap digital, dan tangguh menghadapi hoaks maupun penyalahgunaan teknologi,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Aril mengajak seluruh relawan menjaga semangat kolaborasi dan melanjutkan fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
“Kepemimpinan boleh berganti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti. Mari katong lanjutkan perjuangan ini dengan semangat kolaborasi, saling menguatkan, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Katong jaga fakta, katong rawat basudara,” tutupnya.
Silatwil I BPW Mafindo Maluku menjadi tonggak awal kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat peran Mafindo sebagai organisasi masyarakat sipil yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperluas gerakan literasi digital, budaya cek fakta, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab di Maluku maupun kawasan Indonesia Timur.***






































































Discussion about this post