SBB, Maluku – Yayasan Nusa Bahari Lestari (SAHARI) berinovasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir. Kali ini, para pelaku usaha perikanan di Desa Kaibobu, Kecamatan Seram Barat, diajak belajar tentang literasi dan inklusi keuangan dengan cara yang seru dan menyenangkan lewat dua permainan edukatif: “Si Keong” dan “Si Kompas.”
Sebelum permainan dimulai, para pelaku usaha perikanan lebih dulu membuat perahu kecil dari kertas warna-warni. Perahu itu nantinya digunakan untuk melintasi “peta inklusi keuangan” yang disiapkan tim SAHARI. Dengan mengoyang dadu, setiap peserta akan menggerakkan perahunya sesuai angka yang keluar, dan di setiap langkah mereka akan belajar tentang pemasukan, pengeluaran, dan cara mengelola keuangan.
“Si Keong dan Si Kompas merupakan kegiatan atau permainan yang dikembangkan oleh Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), agar masyarakat bisa belajar keuangan tanpa harus merasa rumit atau kaku. Kami dilatih oleh MDPI untuk penggunaan Si Keong dan Si Kompas. Karena itu kami ingin mempraktekkan model permainan literasi keuangan tersebut jadi hal yang menyenangkan di masyarakat,” ujar salah satu fasilitator SAHARI.
Melalui permainan ini, “Si Keong” diibaratkan sebagai perjalanan lambat tapi pasti, simbol dari proses belajar yang konsisten dan bertahap. Konsep ini mengajarkan pentingnya menabung, membuat anggaran, hingga memahami risiko finansial secara sederhana dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
Sementara itu, “Si Kompas” berfungsi sebagai penunjuk arah. Ia membantu mengarahkan masyarakat untuk mengenal produk dan layanan keuangan formal seperti tabungan, kredit, asuransi, hingga teknologi keuangan digital. Harapannya, masyarakat bisa semakin mudah mengakses layanan keuangan modern yang aman dan bermanfaat.
Secara umum, program inovasi MDPI ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan di daerah terpencil. Dengan memahami cara mengatur keuangan, para pelaku usaha perikanan dan keluarga pesisir diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan serta memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat.
“Kami percaya bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana. Lewat permainan seperti Si Keong dan Si Kompas, masyarakat bisa belajar mengelola uang sambil bermain dan tertawa bersama,” tambah tim SAHARI.
Dengan semangat kebersamaan dan edukasi yang kreatif, telah membuktikan bahwa literasi keuangan bukan hanya untuk mereka yang tinggal di kota, tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia, dari pesisir hingga pulau-pulau kecil.
Meski sudah mengikuti edukasi lewat permainan “Si Keong dan Si Kompas”, banyak pelaku usaha perikanan Kaibobu yang mengaku masih berat untuk menabung di bank. Bukan karena tidak mau belajar, tapi karena realitas hidup mereka yang penuh tantangan.
“Katong tetap mau tahan uang tanpa harus menabung. Katong punya kebutuhan hidup sehari-hari cukup banyak. Jadi kalau menabung ke bank nanti mempersulit katong saat ada kebutuhan mendadak. Di sisi lain, katong punya pendapatan kadang naik turun, dan kadang pengeluaran lebih besar dari pendapatan,” ujar salah satu nelayan dengan jujur.
Pernyataan ini menggambarkan kondisi nyata masyarakat pesisir yang masih harus berhadapan dengan ketidakstabilan penghasilan dan biaya hidup yang tinggi. Bagi sebagian besar pelaku usaha perikanan, menabung di lembaga formal terasa belum praktis, apalagi ketika kebutuhan harian sering kali mendesak.
Di sinilah peran program seperti “Si Keong dan Si Kompas” menjadi penting. Edukasi bukan hanya soal membuka rekening atau mengenal produk keuangan, tetapi juga memahami pola pikir dan kondisi ekonomi masyarakat. SAHARI berupaya agar literasi keuangan yang dipraktekkkan tidak berhenti di teori, tapi benar-benar bisa menyesuaikan dengan kehidupan nyata para nelayan.
Harapannya, seiring waktu, semakin banyak masyarakat pesisir yang menemukan cara paling tepat dan aman untuk mengelola keuangan, baik melalui tabungan di bank, kelompok simpan-pinjam, maupun strategi keuangan sederhana di rumah.
“Yang paling penting, masyarakat merasa punya kontrol atas uangnya, tahu cara mengatur, dan punya arah untuk mencapai kesejahteraan,” ungkap tim SAHARI.





































































Discussion about this post