Namlea, Maluku – Tim ekspedisi muda dari Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri resmi memulai misi pendakian Tebing Kaku Mahu, Pulau Buru, Maluku. Ekspedisi ini menjadi bagian awal dari rangkaian Buru eXpedition 2025, proyek penjelajahan dan pengabdian yang memadukan petualangan, riset ilmiah, dan aksi sosial.
Rektor Universitas Iqra Buru, Dr. Muhammad Sohel, bersama perwakilan Pemerintah Daerah, Nawawi Ibrahim Tinggapy, secara langsung melepas tim ekspedisi dalam seremoni hangat di Kota Namlea.
Tim terdiri dari enam pemanjat tebing, satu peneliti, dan empat anggota Mapala Universitas Iqra Buru.
Mereka akan menghadapi dinding vertikal setinggi 750 meter, mendaki sambil melakukan pendataan vegetasi unik yang tumbuh di sepanjang jalur tebing.
Sebelum mendaki, tim menginap di Desa Nanali untuk mengikuti upacara adat dan membuka jalur gunung hutan selama dua hari. Ekspedisi ini tak hanya menargetkan puncak, tetapi juga menanam manfaat jangka panjang.
Setelah pendakian, mereka akan membangun jalur sport climbing pertama di wilayah tersebut, melibatkan mahasiswa dan warga desa untuk membuka potensi panjat tebing Pulau Buru.
Ekspedisi ini tak berdiri sendiri. Buru eXpedition akan berlanjut pada September–Oktober dengan kegiatan kayak laut mengelilingi pulau, riset flora bersama Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, program kesehatan masyarakat untuk mengatasi stunting, dan konservasi mangrove serta terumbu karang.
Empat pilar Wanadri, Pendidikan, Penjelajahan, Kemanusiaan, dan Lingkungan, berpadu dalam misi besar ini.
Para anggota muda membawa semangat pengabdian dan cinta tanah air, bukan hanya sebagai penjelajah, tetapi sebagai agen perubahan.
“Mengembaralah engkau demi tanah air, sumbangkan darma baktimu…” — nyanyian yang dulu mengalun di sekitar api unggun, kini kembali mengiringi langkah mereka ke dinding Kaku Mahu.***





































































Discussion about this post