Ambon, Maluku– Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku, Arman Kalean, mendesak pemerintah pusat segera membangun gudang Dolog di wilayah-wilayah kepulauan yang belum memiliki fasilitas penyimpanan pangan. Arman menilai, langkah ini mendesak untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada distribusi logistik dari pusat.
Desakan tersebut muncul setelah Pemerintah Provinsi Maluku mengumumkan rencana subsidi transportasi dan distribusi dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), guna menekan lonjakan harga bahan pokok di daerah.
“Pemerintah pusat tidak boleh tutup mata. Gudang Dolog besar harus dibangun di Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya. Sementara gudang skala kecil perlu hadir di kecamatan-kecamatan terpencil di Seram Bagian Timur. Anggaran harus berasal dari APBN melalui Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perhubungan. Ini soal ketahanan pangan nasional, bukan hanya masalah lokal,” tegas Arman, Senin (19/5/2025).
Ia menegaskan, kondisi geografis Maluku yang terdiri dari lebih dari seribu pulau membuat distribusi pangan sangat rentan terhadap gangguan cuaca. Ketika kapal logistik tak bisa berlayar, masyarakat di pulau-pulau kecil rawan menghadapi kelangkaan pangan.
“Pemerintah pusat tak boleh menjadikan APBD Maluku sebagai korban dari kebijakan setengah hati. Wilayah ini adalah beranda timur Indonesia, dan negara harus hadir dengan dukungan anggaran, bukan hanya lewat instruksi,” lanjutnya.
Sebelumnya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga pangan wilayah Indonesia Timur menyampaikan, Pemprov Maluku akan menanggung biaya transportasi dan distribusi untuk program SPHP.
Gubernur juga memaparkan lima tantangan utama ketahanan pangan di Maluku, termasuk disparitas harga antar pulau dan fluktuasi harga akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.
Saat ini, gudang Bulog di Maluku hanya berada di Ambon, Tual, dan Buru, dengan total kapasitas sekitar 28.500 ton.
Jumlah ini belum mencukupi untuk menjamin pasokan pangan di seluruh wilayah, terutama saat cuaca ekstrem menghantam jalur distribusi.
Pembangunan gudang Dolog di wilayah kepulauan dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga, mempercepat penyaluran bantuan saat bencana, dan memastikan masyarakat tidak terisolasi secara pangan saat musim angin kencang dan gelombang tinggi melanda.***






































































Discussion about this post