Ambon, Maluku– Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Dr. Djar Wattiheluw Masohi secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PMII Kabupaten Maluku Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 25 Juni 2025 besok.
Pernyataan sikap ini disampaikan melalui forum resmi Komisariat yang dihadiri oleh Sekretaris Komisariat Nazarudin Lamawitak, bersama para ketua rayon dari empat jurusan di lingkungan kampus tersebut.
“Kami dengan tegas menolak pelaksanaan Konfercab yang direncanakan besok. Hingga saat ini, tidak ada pemberitahuan resmi maupun kelengkapan administrasi dari pihak Cabang maupun Badan Pelaksana Konferensi (BPK). Bahkan, proses pendaftaran calon Ketua Umum pun belum dilakukan. Ini menunjukkan bahwa eksistensi Komisariat kami tidak dihargai,” tegas Nazarudin dalam pernyataannya, Selasa (24/6).
Nazarudin juga menyoroti penyebaran poster kegiatan oleh akun resmi Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku Tengah yang, menurutnya, dilakukan tanpa adanya koordinasi maupun konfirmasi dari BPK atau pihak Cabang kepada Komisariat.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari Pengurus Besar PMII, pelaksanaan Konfercab PMII Maluku Tengah saat ini masih berada pada tahap perencanaan. Belum ada keputusan resmi karena pleno PB PMII terkait agenda tersebut belum dilaksanakan. Hal ini juga berkaitan dengan persoalan kepengurusan Cabang sebelumnya yang telah dinyatakan selesai melalui surat keputusan resmi.
Dalam rapat internal yang diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Komisariat dan perwakilan rayon, disepakati bahwa mereka tidak akan terlibat dalam pelaksanaan Konfercab yang dinilai belum sesuai dengan mekanisme organisasi.
“Apabila Konfercab tetap dilaksanakan tanpa penyelesaian struktural yang melibatkan Komisariat, kami khawatir PMII Maluku Tengah akan kembali terjebak dalam dualisme kepemimpinan. Kami siap mengambil sikap tegas untuk mempertahankan marwah organisasi,” tegas Nazarudin.
PK PMII Universitas Dr. Djar Wattiheluw Masohi berharap agar Pengurus Besar PMII segera turun tangan dan mengambil langkah strategis guna menyelesaikan persoalan internal yang tengah terjadi.
Mereka menekankan pentingnya proses organisasi yang demokratis, inklusif, dan sesuai dengan konstitusi PMII agar konflik tidak berlarut dan menghambat gerak organisasi ke depan.






































































Discussion about this post