Ketua Koperasi Waetemun Mandiri: Mediasi Adalah Harga Mati Sebelum Pembersihan Gunung Botak Dilakukan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 Juli 2025 - 13:12 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku— Ketua Koperasi Waetemun Mandiri, Jafar Nurlatu, menegaskan pentingnya mediasi antara pemilik lahan dan koperasi sebelum dilaksanakan pembersihan kawasan Gunung Botak, menyusul surat dari Gubernur Maluku yang menginstruksikan penataan ulang kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan Jafar menjelang rapat bersama Forkopimda dan para pihak terkait yang dijadwalkan besok, yang turut mengundang Bupati Buru dan Gubernur Maluku. Menurutnya, keterlibatan langsung pemilik lahan dalam proses dialog sangat penting untuk menghindari konflik berkepanjangan.

“Satu atensi saja yang kami minta, kami ingin duduk bersama antara pemilik lahan dan koperasi. Kita bicarakan langkah-langkah berikutnya secara terbuka,” tegas Jafar.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jika Pemerintah Provinsi Maluku tidak membuka ruang mediasi, maka sebaiknya kewenangan penanganan Gunung Botak diserahkan sepenuhnya kepada Bupati Buru.

Alasannya, Bupati dinilai lebih memahami kondisi sosial dan konflik yang berkembang di wilayah tersebut, khususnya di sekitar Wayako.

“Kami sudah bersuara sejak beberapa bulan lalu. Jika Gubernur tidak siap membuka ruang dialog, sebaiknya serahkan kepada Bupati Buru yang lebih tahu medan dan masyarakatnya,” tambah Jafar.

Terkait rencana penggunaan sepuluh koperasi yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM dalam proses penataan Gunung Botak, Jafar menegaskan sikap tegas koperasinya. Menurutnya, tak boleh ada aktivitas koperasi sebelum dilakukan pembicaraan serius tentang pelepasan hak atas lahan.

“Kalau Gubernur ingin lakukan pembersihan, silakan. Tapi koperasi tidak boleh menjalankan kegiatan apapun sebelum soal hak tanah diselesaikan. Itu harga mati. Dilindungi peraturan,” tegasnya.

Baca Juga :  Dugaan Tanda Tangan Palsu dan Novum Janggal, Bagaimana Putusan MA 1003 Dimenangkan Jefri Yaran?

Ia juga mengingatkan bahwa koperasi yang memiliki izin namun tidak memiliki lahan, justru bisa memicu konflik serius dengan masyarakat adat.

“Mereka punya izin, tapi tidak punya lahan. Kalau Anda masuk ke rumah orang tanpa izin, dan obrak-abrik seenaknya, itu bisa fatal. Kalau dipaksakan, ini bisa picu pertumpahan darah di Gunung Botak,” ucap Jafar dengan nada serius.

Terakhir, Jafar mengajak Gubernur untuk berpikir secara holistik dan mempertimbangkan stabilitas sosial dan politik di Buru, agar upaya penataan Gunung Botak tidak justru memperkeruh keadaan dan menghambat investasi di wilayah tersebut.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT