Ambon, Maluku– Di tengah kerasnya perjuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akibat tekanan efisiensi nasional, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Ambon tampil sebagai motor penggerak yang menjawab tantangan. Bukan sekadar organisasi mitra pemerintah, HIPMI Ambon membuktikan diri sebagai agen perubahan ekonomi dengan menghadirkan gagasan besar yang mampu mengurai persoalan riil pelaku usaha lokal.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Fadli Toisutta sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Ambon, sebuah gebrakan spektakuler lahir. HIPMI Ambon berhasil melahirkan Expo De HIPMI Manise 2025, agenda UMKM terbesar yang pernah digelar di Kota Ambon.
80 UMKM Lokal, 1 Panggung Kebangkitan
Berlokasi di Pattimura Park, jantung kota Ambon, Expo De HIPMI Manise 2025 menjadi panggung megah yang mempertemukan 80 UMKM unggulan lokal. Produk kreatif, kuliner khas Maluku, kerajinan tangan, fesyen etnik, hingga inovasi digital dipamerkan, mencerminkan keragaman sekaligus kekuatan ekonomi Ambon yang tumbuh dari akar budaya.
Bagi HIPMI, expo ini bukan sekadar bazar, melainkan strategi membuka ruang dan peluang ekonomi. Toisutta bersama pengurus BPC HIPMI Ambon ingin memastikan bahwa UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dengan jaringan pasar yang lebih luas, branding yang kuat, serta kesempatan kolaborasi dengan berbagai stakeholder.
Lebih dari Sekadar Expo: 10 Agenda Spektakuler
Yang membuat Expo pada 30 Spetember 2025 ini berbeda adalah konsepnya yang bombastis. HIPMI tidak hanya memfasilitasi UMKM, tetapi juga meramu 10 agenda luar biasa yang dirangkai dalam suasana perayaan kemerdekaan** sekaligus menyongsong HUT Kota Ambon 2025.
Agenda-agenda tersebut antara lain:
- Parade Produk Lokal – fashion show UMKM berbahan kain tenun dan desain etnik khas Maluku.
- Ambon Culinary Festival – ajang mencicipi ratusan kuliner kreatif dari pengusaha muda.
- Startup & Digital Booth – pameran inovasi bisnis digital dari generasi muda Ambon.
- Kompetisi Kreatifitas Anak Muda** – lomba musik, seni mural, dan fotografi yang menampilkan talenta kota.
- Talkshow Inspiratif – menghadirkan pengusaha sukses, akademisi, dan pemerintah.
- Business Matching & Networking – mempertemukan UMKM dengan investor dan mitra potensial.
- Pentas Musik Rakyat – hiburan besar yang menghadirkan musisi lokal hingga nasional.
- Pameran Investasi Ambon – peluang investasi yang dibuka untuk dunia usaha.
- Wirausaha Muda Awards – penghargaan bergengsi bagi pelaku usaha inspiratif Ambon.
- Kampanye Ekonomi Hijau & Berkelanjutan – dorongan agar UMKM ramah lingkungan dan modern.
Dengan agenda sebesar ini, HIPMI menjadikan expo bukan hanya ruang pamer produk, melainkan festival ekonomi, budaya, dan kreativitas terbesar di Ambon.
Apresiasi Walikota Ambon
Agenda megah ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Ambon. Walikota Bodewin M. Wattimena memberikan apresiasi tinggi dengan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Ambon yang positif tidak lepas dari peran besar UMKM.
“UMKM menopang perekonomian kota ini dari aspek pemerataan ekonomi, membangun ekonomi inklusif, menciptakan lapangan kerja, hingga menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Expo De HIPMI Manise 2025 adalah kontribusi luar biasa yang harus didukung,” ujar Walikota.
Lebih jauh, Walikota menyebut agenda HIPMI ini sejalan dengan 2 dari 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon, menjadikannya bukan hanya event seremonial, melainkan kekuatan strategis pembangunan kota.
HIPMI sebagai Motor Perubahan
Kebangkitan UMKM melalui Expo De HIPMI Manise 2025 menegaskan satu hal, HIPMI Kota Ambon telah menjelma sebagai motor perubahan. Bukan hanya memfasilitasi usaha kecil, tetapi juga menghadirkan ruang spektakuler yang menyatukan pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem.
Dengan kehadiran expo ini, Ambon tidak hanya bersiap menyambut HUT kota, tetapi juga meneguhkan diri sebagai **kota ekonomi kreatif, kota wirausaha muda, dan kota yang mandiri secara ekonomi.**
HIPMI Kota Ambon, lewat agenda terbesar UMKM ini, telah mengukir sejarah bahwa kemerdekaan sejati adalah kemandirian ekonomi.***





































































Discussion about this post