Ambon, Maluku– Di tanah Maluku yang kaya tradisi dan dikelilingi laut biru nan luas, BPJS Kesehatan kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di setiap sudut negeri. Melalui kegiatan “Jaring Aspirasi Masyarakat di Negeri Para Raja”, lembaga pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini turun langsung berdialog dengan para pemimpin adat dan masyarakat di Kota Ambon, Maluku, Kamis (09/10).
Bukan sekadar kunjungan formal, kegiatan ini menjadi ruang tatap muka yang hangat antara BPJS Kesehatan dan masyarakat akar rumput—sebuah upaya mendengar langsung denyut kebutuhan kesehatan di daerah kepulauan.
Raja Bicara, Aspirasi Mengalir
Raja Negeri Hitu Messing, Ali Slamat, tak menutupi antusiasmenya. Ia menyebut pertemuan ini sebagai momen yang sangat dinanti oleh warganya.
“Kami senang sekali BPJS Kesehatan bisa datang kemari. Banyak hal yang akhirnya jelas. Kami jadi tahu peserta tidak perlu membawa fotokopi dokumen, rawat inap tak dibatasi tiga hari, dan iuran yang menunggak bisa dicicil. Informasi seperti ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, berharap BPJS Kesehatan terus memperkuat komunikasi langsung ke masyarakat agar pemahaman tentang Program JKN semakin luas dan tidak disalahartikan.
Suara dari Ombudsman: Tantangan di Kepulauan
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku, Hasan Slamat, turut hadir dan memberikan pandangan. Ia mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang aktif membuka ruang dialog, sembari menyoroti tantangan khas daerah kepulauan seperti Maluku.
“Masyarakat di sini merasa terbantu dengan BPJS Kesehatan karena pelayanan di faskes makin baik dan cepat. Tapi tantangannya masih ada—terutama ketersediaan dokter spesialis dan kendala jaringan komunikasi yang memengaruhi layanan digital,” ungkapnya.
Merajut Pelayanan dari Digital hingga Jemput Bola
Menanggapi beragam masukan itu, Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, menegaskan bahwa pendekatan layanan harus adaptif terhadap kondisi sosial dan geografis.
“Tidak semua masyarakat bisa bergantung pada layanan digital. Di kota besar, digitalisasi penting untuk efisiensi, tapi di daerah terpencil, layanan tatap muka tetap vital. Karena itu kami hadir dengan layanan BPJS Kesehatan Keliling—mendatangi masyarakat untuk membantu administrasi, memberi informasi, bahkan menyelesaikan kendala langsung di tempat,” jelasnya.
Kolaborasi untuk Akses Kesehatan yang Lebih Merata
Selain berdialog dengan masyarakat, tim BPJS Kesehatan juga meninjau Puskesmas Benteng dan RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Dari kunjungan itu, Iqbal menyoroti pentingnya ketersediaan tenaga medis dan pasokan obat yang merata, terutama di wilayah kepulauan.
“Pemenuhan supply side seperti SDM kesehatan dan obat-obatan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri farmasi, distributor, dan fasilitas kesehatan. Program JKN tak bisa berjalan sendiri. Sinergi menjadi kunci agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas semakin terbuka,” tambahnya.
Dari Negeri Para Raja, untuk Indonesia Sehat
Ambon bukan sekadar destinasi wisata bahari yang memesona—ia adalah potret tantangan nyata dalam pemerataan layanan kesehatan di negeri kepulauan. Melalui dialog dan aksi nyata seperti ini, BPJS Kesehatan ingin memastikan bahwa setiap warga, di mana pun berada, punya hak yang sama untuk sehat.***








































































Discussion about this post