Menembus Negeri Para Raja: BPJS Kesehatan Dengarkan Suara Rakyat dari Pesisir Ambon

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 06:37 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Di tanah Maluku yang kaya tradisi dan dikelilingi laut biru nan luas, BPJS Kesehatan kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di setiap sudut negeri. Melalui kegiatan “Jaring Aspirasi Masyarakat di Negeri Para Raja”, lembaga pengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini turun langsung berdialog dengan para pemimpin adat dan masyarakat di Kota Ambon, Maluku, Kamis (09/10).

Bukan sekadar kunjungan formal, kegiatan ini menjadi ruang tatap muka yang hangat antara BPJS Kesehatan dan masyarakat akar rumput—sebuah upaya mendengar langsung denyut kebutuhan kesehatan di daerah kepulauan.

Raja Bicara, Aspirasi Mengalir

Raja Negeri Hitu Messing, Ali Slamat, tak menutupi antusiasmenya. Ia menyebut pertemuan ini sebagai momen yang sangat dinanti oleh warganya.

“Kami senang sekali BPJS Kesehatan bisa datang kemari. Banyak hal yang akhirnya jelas. Kami jadi tahu peserta tidak perlu membawa fotokopi dokumen, rawat inap tak dibatasi tiga hari, dan iuran yang menunggak bisa dicicil. Informasi seperti ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, berharap BPJS Kesehatan terus memperkuat komunikasi langsung ke masyarakat agar pemahaman tentang Program JKN semakin luas dan tidak disalahartikan.

Suara dari Ombudsman: Tantangan di Kepulauan

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Maluku, Hasan Slamat, turut hadir dan memberikan pandangan. Ia mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang aktif membuka ruang dialog, sembari menyoroti tantangan khas daerah kepulauan seperti Maluku.

“Masyarakat di sini merasa terbantu dengan BPJS Kesehatan karena pelayanan di faskes makin baik dan cepat. Tapi tantangannya masih ada—terutama ketersediaan dokter spesialis dan kendala jaringan komunikasi yang memengaruhi layanan digital,” ungkapnya.

Merajut Pelayanan dari Digital hingga Jemput Bola

Menanggapi beragam masukan itu, Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, menegaskan bahwa pendekatan layanan harus adaptif terhadap kondisi sosial dan geografis.

“Tidak semua masyarakat bisa bergantung pada layanan digital. Di kota besar, digitalisasi penting untuk efisiensi, tapi di daerah terpencil, layanan tatap muka tetap vital. Karena itu kami hadir dengan layanan BPJS Kesehatan Keliling—mendatangi masyarakat untuk membantu administrasi, memberi informasi, bahkan menyelesaikan kendala langsung di tempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Danrem 151/Binaiya Dampingi Pangdam Pattimura Buka Turnamen Domino Orado Maluku

Kolaborasi untuk Akses Kesehatan yang Lebih Merata

Selain berdialog dengan masyarakat, tim BPJS Kesehatan juga meninjau Puskesmas Benteng dan RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon. Dari kunjungan itu, Iqbal menyoroti pentingnya ketersediaan tenaga medis dan pasokan obat yang merata, terutama di wilayah kepulauan.

“Pemenuhan supply side seperti SDM kesehatan dan obat-obatan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri farmasi, distributor, dan fasilitas kesehatan. Program JKN tak bisa berjalan sendiri. Sinergi menjadi kunci agar akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas semakin terbuka,” tambahnya.

Dari Negeri Para Raja, untuk Indonesia Sehat

Ambon bukan sekadar destinasi wisata bahari yang memesona—ia adalah potret tantangan nyata dalam pemerataan layanan kesehatan di negeri kepulauan. Melalui dialog dan aksi nyata seperti ini, BPJS Kesehatan ingin memastikan bahwa setiap warga, di mana pun berada, punya hak yang sama untuk sehat.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru