Ambon, Maluku,- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat di Kota Ambon untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang jujur dan akurat.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Amaris Hotel Ambon, Selasa (26/5/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa sensus ekonomi menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang.
“Kita membutuhkan gambaran ekonomi yang utuh. Kalau data yang masuk salah, maka kebijakan yang dibuat juga akan salah sasaran. Tetapi jika datanya benar, maka program pembangunan yang dirancang akan tepat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Wattimena.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Iji PatiWalapia, Kepala BPS Kota Ambon, Paulina Aspersen, jajaran Pemerintah Kota Ambon, serta para pelaku usaha menengah dan besar.
Wattimena menjelaskan, berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan, masih menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Kota Ambon. Selain itu, sektor akomodasi, makanan, dan minuman juga terus berkembang sebagai penopang ekonomi daerah.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025, sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 21,98 persen terhadap perekonomian Kota Ambon.
“Struktur ekonomi Ambon saat ini masih bertumpu pada perdagangan, jasa, dan pariwisata. Namun melalui Sensus Ekonomi 2026, kita ingin melihat lebih detail bagaimana perkembangan ekonomi kita hari ini,” katanya.
Menurut Wattimena, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga akan mengakomodasi perkembangan ekonomi digital melalui penggunaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru.
Ia menilai profesi seperti konten kreator, YouTuber, influencer, hingga pelaku usaha daring kini telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dulu belum banyak orang belanja online atau bekerja sebagai kreator digital. Sekarang itu menjadi kenyataan dan memberi dampak besar bagi ekonomi. Semua ini harus tercatat,” ujarnya.
Selain pendataan ekonomi, sensus juga akan mencatat kondisi sosial masyarakat, termasuk kondisi tempat tinggal dan aset yang dimiliki warga. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Wattimena mengakui masih sering ditemukan bantuan yang tidak tepat sasaran akibat ketidakakuratan data masyarakat.
“Sering kali yang seharusnya menerima bantuan justru tidak mendapatkannya, sementara yang mampu malah menerima. Persoalannya ada pada data,” katanya.
Ia menambahkan, petugas sensus nantinya akan melakukan verifikasi secara rinci untuk memastikan validitas data yang dikumpulkan.
Dalam kesempatan itu, Wattimena juga mengungkapkan bahwa Kota Ambon telah ditetapkan sebagai salah satu dari 40 kota di Indonesia yang menjadi proyek percontohan integrasi data sosial secara digital.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, telah menyiapkan ratusan petugas untuk melakukan pendataan dan verifikasi guna mendukung kebijakan pembangunan dan pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.
Wattimena memastikan seluruh data masyarakat yang diberikan kepada petugas sensus dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 dan tidak berkaitan dengan urusan perpajakan.
“Data masyarakat hanya digunakan dalam bentuk agregat dan dijamin aman. Tidak ada kaitannya dengan pajak,” tegasnya.
Di hadapan para pelaku usaha, Wattimena juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk memberikan pelayanan yang bersih dan tidak mempersulit investasi.
Ia meminta para pelaku usaha melapor apabila menemukan oknum yang meminta imbalan dalam proses pelayanan perizinan maupun administrasi lainnya.
“Kami ingin pelaku usaha merasa nyaman berusaha di Ambon. Pemerintah hadir untuk melayani, bukan membebani,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kota Ambon akan membantu menyebarluaskan informasi melalui media sosial pemerintah, baliho, dan berbagai kanal komunikasi publik lainnya.
Mengakhiri sambutannya, Wattimena kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi pembangunan Kota Ambon yang lebih baik di masa mendatang.
“Data yang Bapak-Ibu berikan hari ini akan menjadi penentu arah pembangunan Ambon sepuluh tahun ke depan. Mari kita tunjukkan ketulusan hati untuk membangun kota ini menjadi lebih maju, aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.*







































































Discussion about this post