Kuasa Hukum Hartini Layangkan Hak Jawab dan Hak Koreksi atas Pemberitaan Dugaan Uang Rp. 1 Juta di Pasar Mardika

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 02:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Muhammad Ridwan Pene, S.H & Partner melayangkan hak jawab atau hak koreksi terhadap pemberitaan TrendingMaluku.com tertanggal 1 November 2025 berjudul “Fakta Lapangan Bungkam Klarifikasi Ajudan Gubernur Maluku, Rekaman dan Kesaksian ada di Sini.”

Hak koreksi tersebut dituangkan dalam surat resmi bernomor 34/MRP/S.HJ/XI/2025 tertanggal 3 November 2025, ditandatangani oleh Muhammad Ridwan Pene, S.H dan Abdul Basir Rumagia, S.H, selaku kuasa hukum Hartini, seorang pedagang di kawasan Pasar Mardika, Ambon.

Dalam surat yang diterima redaksi, kuasa hukum menjelaskan bahwa klien mereka, Hartini, merupakan pedagang kecil yang berjualan di atas trotoar depan Gedung Pasar Mardika.

Ia berjualan di tempat tersebut karena kebutuhan ekonomi dan jenis dagangannya merupakan barang yang cepat rusak bila tidak segera terjual.

Menurut penjelasan kuasa hukum, pada Kamis, 23 Oktober 2025, klien mereka sempat ditegur oleh seorang oknum berinisial “U” yang melarangnya berjualan di lokasi itu dengan alasan bahwa area tersebut merupakan miliknya. Karena merasa takut dan terintimidasi, Hartini kemudian mencari perlindungan kepada Rahmat Marasabessy, yang diketahui berasal dari daerah yang sama dengan oknum “U”.

Kuasa hukum menegaskan, **Hartini tidak pernah memberikan uang sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah)** kepada Rahmat Marasabessy untuk berjualan di lokasi tersebut sebagaimana disebut dalam pemberitaan TrendingMaluku.com.

Sebaliknya, menurut surat hak jawab itu, Rahmat justru menyarankan agar Hartini menyampaikan kepada oknum “U” bahwa dirinya telah memberikan uang kepada Rahmat dengan tujuan agar tidak lagi diganggu.

Baca Juga :  Narapidana Lapas Kelas IIB Piru Terima Remisi HUT RI ke-80, Sejumlah Warga Binaan Langsung Bebas

Masih dalam surat tersebut, disebutkan bahwa sempat terjadi adu mulut antara Rahmat dan oknum “U” terkait larangan berjualan yang hanya ditujukan kepada Hartini, sementara pedagang lain tetap dibiarkan.

Setelah kejadian itu, pada sore harinya, Hartini dipanggil oleh beberapa orang dan dalam percakapan tersebut sempat menyebut soal uang Rp1 juta, tanpa mengetahui bahwa percakapan itu direkam.

Kuasa hukum menyatakan, klien mereka tidak mengetahui adanya rekaman berdurasi empat menit tujuh detik yang kemudian beredar dan dijadikan dasar pemberitaan oleh TrendingMaluku.com.

Mereka menilai, rekaman tersebut diperoleh tanpa izin dan merupakan pelanggaran terhadap hak privasi klien, sehingga tidak dapat dijadikan sumber berita yang sah menurut etika jurnalistik.

“Seharusnya media melakukan uji informasi dan verifikasi sesuai prinsip check and recheck sebelum mempublikasikan berita, apalagi jika sumbernya berasal dari rekaman yang diperoleh tanpa izin,” tulis kuasa hukum dalam surat hak jawab tersebut.

Lebih lanjut, kuasa hukum mengutip Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, yang mewajibkan wartawan untuk menguji informasi, memberitakan secara berimbang, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Mereka juga menilai pemberitaan tersebut tidak memenuhi unsur verifikasi sebagaimana diatur dalam Pedoman Media Siber, angka 2 huruf (a–d), yang menekankan pentingnya keseimbangan dan kejelasan sumber informasi.

Selain itu, pihak kuasa hukum menyebut bahwa klien mereka merasa dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang merekam dan menyebarkan percakapan secara ilegal untuk kepentingan tertentu, yang berpotensi menimbulkan fitnah dan mencemarkan nama baik pihak-pihak lain.

Baca Juga :  Perihal Aksi Terhadap Johanes Rettob, Ini Respon Kejaksaan Agung

Oleh karena itu, mereka menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang merekam dan menyebarkan rekaman tanpa izin.

Dalam surat tersebut, kuasa hukum juga menegaskan beberapa dasar hukum yang menjadi rujukan hak koreksi ini, antara lain:

  • Pasal 1 ayat (11) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menyebut bahwa hak jawab adalah hak seseorang atau kelompok untuk memberikan tanggapan atas pemberitaan yang merugikan nama baiknya.
  • Pasal 5 ayat (2) UU Pers, yang mewajibkan media melayani hak jawab.
  • Pasal 10 Kode Etik Jurnalistik, yang mewajibkan media mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru disertai permintaan maaf kepada pembaca.
  • Pasal 18 ayat (2) UU Pers, yang menyebut media yang tidak melayani hak jawab dapat dikenai sanksi pidana denda maksimal Rp500 juta.

Atas dasar itu, pihak Muhammad Ridwan Pene, S.H & Partner meminta agar TrendingMaluku.com memuat hak koreksi ini **secara proporsional dan di tempat yang sama dengan pemberitaan yang dikoreksi, agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang.

Surat hak koreksi ini ditembuskan kepada Dewan Pers, Rahmat Marasabessy dan Salman Al Farisi.

Catatan Redaksi:

Hak Koreksi ini dimuat sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sebagai bentuk tanggapan atas pemberitaan TrendingMaluku.com tertanggal 1 November 2025.
Redaksi memuat surat hak koreksi ini secara utuh sesuai isi yang diterima dari kuasa hukum, tanpa perubahan makna, guna menjaga asas keberimbangan informasi publik.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng
ERT Wetar BKP-BTR Ikuti IFRC 2026, Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Penanganan Darurat

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:23 WIT

KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT