BLT 2025 Tersumbat: KPA Luhutuban Disorot, BPD Dinilai Gagal Awasi Dana Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 08:32 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku— Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun 2025 di Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), hingga kini belum terealisasi dan memicu sorotan publik.

Tersumbatnya bantuan tersebut diduga kuat bukan sekadar kendala teknis, melainkan berkaitan dengan kelalaian dalam tata kelola anggaran desa.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang dijabat oleh Penjabat Kepala Desa menjadi pihak yang paling disorot, mengingat perannya yang sentral dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Sebagai KPA, Penjabat Kepala Desa memiliki tanggung jawab penuh mulai dari perencanaan, penetapan penerima manfaat, hingga pencairan dan penyaluran BLT kepada masyarakat.

Ketika dana telah tersedia namun tidak kunjung disalurkan, kondisi ini menimbulkan dugaan adanya kelalaian serius dalam pelaksanaan tugas.

Situasi tersebut juga dinilai tidak lepas dari lemahnya fungsi pengawasan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Lembaga yang seharusnya menjadi kontrol terhadap jalannya pemerintahan desa itu dinilai belum menjalankan perannya secara maksimal, sehingga persoalan yang merugikan masyarakat terkesan dibiarkan berlarut-larut.

Pengamat tata kelola desa menilai, jika kondisi ini terus terjadi tanpa penanganan serius, maka berpotensi menimbulkan pelanggaran administrasi bahkan indikasi penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan dana desa.

Karena itu, aparat penegak hukum dan instansi terkait didesak untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab pasti tersumbatnya penyaluran BLT tersebut.

Baca Juga :  Gunung Botak atas Nama Rakyat, tapi Tanpa Suara Adat

Masyarakat Desa Luhutuban sendiri berharap adanya transparansi dan kejelasan dari pemerintah desa terkait hak mereka.

BLT sebagai bagian dari program perlindungan sosial dinilai sangat penting, terutama bagi warga yang membutuhkan.

Keterlambatan penyaluran bukan hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, tetapi juga mencerminkan lemahnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa. (***)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT